Mamuju, nuansainfo.com – Menjelang aksi unjuk rasa besar-besaran yang bakal digelar Senin, 29 Juni 2026, Jenderal Lapangan Aliansi Masyarakat Mamuju Tengah (AMMT), Sahdan, gencar melakukan konsolidasi. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM, untuk ikut serta dalam pertemuan teknis lapangan (tekla) guna menyamakan visi perjuangan.

Sahdan menekankan bahwa aksi yang akan dipusatkan di kantor DPRD Mamuju Tengah ini bukan sekadar pengerahan massa, melainkan gerakan kolektif untuk memastikan program strategis nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), benar-benar berpihak pada ekonomi kerakyatan.

Kami ingin setiap peserta paham bahwa ini adalah gerakan bersama. Kita ingin memastikan program MBG tidak hanya menjadi proyek nasional, tetapi menjadi lokomotif yang mengangkat kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di daerah kita,” ujar Sahdan Melalui WhatsApp, Minggu, 28 Juni 2026.

Menurut Sahdan, penting bagi massa aksi untuk memahami duduk perkara tuntutan yang akan disampaikan. Dengan pemahaman yang utuh, ia berharap massa aksi dapat mengawal kebijakan tersebut secara substansial, bukan sekadar riuh di jalanan. Teklap ini dilakukan agar seluruh partisipan memiliki perspektif yang sama mengenai bagaimana program MBG seharusnya menjadi peluang emas bagi penguatan bahan baku lokal.

Aksi yang ditargetkan diikuti oleh kurang lebih 1.000 orang ini akan dimulai dari titik kumpul di Bundaran Benteng Kayu Manggiwan pada pukul 09.00 WITA. Sahdan berharap partisipasi luas dari masyarakat ini menjadi pesan kuat bagi para pemangku kebijakan di pusat maupun daerah.

Ini adalah perjuangan kita bersama. Melalui program MBG, kita mendesak agar rantai pasok bahan baku tidak diambil dari luar, tapi dari hasil keringat petani dan nelayan kita sendiri. Mari kita kawal ini agar ekonomi Mamuju Tengah berputar di tanah kita sendiri,” tegasnya.

Adapun poin-poin tuntutan yang akan disuarakan AMMT adalah sebagai berikut:

  1. Mendukung program MBG sebagai program kerakyatan.
  2. Mendesak pemerintah pusat untuk melakukan pembayaran untuk 3T.
  3. Meminta kepada BGN untuk mencabut suspen yang sudah memiliki legalitas lengkap.
  4. Mendukung para petani, UMKM, nelayan, dan peternakan sebagai pemasok bahan baku lokal.

By. Adhie.