Nuansainfo.com, Mamuju – Keluarga Besar Pulau Karampuang mengecam keras aksi pengeroyokan brutal yang menimpa Ikhwan Rozi, Ketua Gerakan Vendetta sekaligus aktivis muda asal Pulau Karampuang, Sulawesi Barat. Aksi premanisme tersebut terjadi di Sekretariat Perjuangan Mahasiswa Vendetta.
Perwakilan Keluarga Besar Pulau Karampuang, Muh Fajrin, menilai tindakan tersebut bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan upaya nyata untuk membungkam suara kritis anak muda yang vokal memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil.
“Kami tidak menerima tindakan barbar dan premanisme terhadap putra daerah kami. Ikhwan Rozi selama ini dikenal sebagai pejuang rakyat yang aktif membela kepentingan masyarakat kecil,” kata Fajrin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Aksi penyerangan dan perusakan sekretariat tersebut dinilai sangat memalukan dan tidak manusiawi. Terlebih, muncul dugaan bahwa salah satu pelaku membawa senjata tajam saat melancarkan aksinya, yang mengancam keselamatan jiwa korban.
Atas insiden tersebut, Keluarga Besar Pulau Karampuang mengeluarkan lima tuntutan tegas yang ditujukan kepada aparat penegak hukum:
-
Mengecam keras aksi pengeroyokan dan perusakan sekretariat secara brutal.
-
Mendesak Polresta Mamuju untuk segera menangkap dan memenjarakan seluruh pelaku tanpa pandang bulu.
-
Meminta pengusutan tuntas terhadap aktor intelektual di balik aksi premanisme tersebut.
-
Menuntut transparansi dan profesionalisme dari aparat kepolisian selama proses hukum berjalan.
-
Mengingatkan aparat bahwa kelambatan penanganan kasus dapat memicu gelombang kemarahan dan solidaritas publik yang lebih besar.
Fajrin menegaskan bahwa Ikhwan Rozi merupakan figur pemuda yang memiliki kedekatan emosional kuat dengan warga Pulau Karampuang karena konsistensinya dalam mengawal keadilan sosial. Oleh karena itu, lambatnya penanganan kasus ini dinilai akan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Siapa pun pelakunya harus segera ditangkap dan dipenjarakan. Jangan ada upaya melindungi pelaku kekerasan. Jika aparat lambat bertindak, maka masyarakat akan menilai bahwa hukum sedang dipermainkan,” tegas Fajrin.
Keluarga Besar Pulau Karampuang kini mendesak Kapolresta Mamuju untuk membuktikan komitmennya terhadap keadilan dengan segera menyeret para pelaku dan dalang penyerangan ke jalur hukum.
Sampai berita ini ditulis, Nuansainfo.com sedang berupaya menghubungi pihak Polresta Mamuju guna mendapatkan konfirmasi terkait perkembangan penyelidikan kasus pengeroyokan tersebut.
By Adhie

Tinggalkan Balasan