Mamuju, Nuansainfo.com — Kantor Desa Bambu disegel oleh seorang warga bernama M. Saleh pada Jumat, 22 Mei 2026. Aksi penyegelan itu dilakukan dengan alasan adanya tunggakan pembayaran material yang disebut belum diselesaikan oleh kepala desa sebelumnya.
Peristiwa tersebut turut beredar melalui sebuah video yang memperlihatkan M. Saleh menyampaikan pernyataan langsung di depan kantor desa. Dalam video itu, ia meminta maaf kepada masyarakat dan aparat desa atas tindakan penyegelan yang dilakukan.
“Sebelumnya saya memohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Bambu dan juga kepada seluruh aparat Desa Bambu, terkhusus kepada kepala desa pelaksana harian,” kata M. Saleh dalam video yang beredar.
Ia menyebut penyegelan dilakukan sementara waktu hingga pembayaran material yang menurutnya belum diselesaikan dapat dituntaskan oleh pihak terkait.
“Untuk sementara kantor ini saya segel atau saya tahan karena kepala desa sebelumnya belum membayarkan kepada saya dan seluruh material,” ujarnya.
M. Saleh juga menyampaikan bahwa segel akan dibuka apabila kewajiban pembayaran telah dipenuhi.
“Apabila kepala desa sebelumnya sudah membayar maka segel ini saya akan buka,” katanya.
Sementara itu, pejabat kepala desa sementara hingga kini masih dalam proses mencari keterangan terkait persoalan tersebut. Pihak pemerintah desa belum memberikan penjelasan resmi mengenai dugaan tunggakan pembayaran yang menjadi alasan penyegelan kantor desa.
Belum diketahui apakah persoalan tersebut akan diselesaikan melalui mediasi antara pihak pemerintah desa dan M. Saleh. Aktivitas pelayanan di kantor desa disebut sempat terganggu akibat penyegelan tersebut.
By Adhie

Tinggalkan Balasan