Mamuju, nuansainfo.com— Sebuah video yang memperlihatkan proses distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Mamuju menjadi perhatian masyarakat di media sosial. Video tersebut menunjukkan kondisi akses jalan menuju sekolah yang belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

Menanggapi hal itu, pihak pelaksana program menjelaskan bahwa kondisi di lapangan memang cukup menantang. Meski demikian, pelayanan kepada para siswa tetap diupayakan berjalan agar anak-anak tidak kehilangan hak mereka untuk menerima makanan bergizi.

Asisten Lapangan SPPG Simboro 01 Mamuju, Rudianto, mengatakan sebelumnya pihak SPPG Simboro 01 bersama pihak SD Tampa Pangale dan tim distribusi telah bersepakat mencari solusi sementara sambil menunggu kesiapan kendaraan subdistribusi roda dua yang lebih sesuai untuk menjangkau lokasi sekolah.

Kami tidak ingin pelayanan dihentikan hanya karena kendala akses. Karena itu, sekolah dan tim distribusi berupaya bersama agar makanan tetap bisa sampai kepada anak-anak tepat waktu,” ujar Rudianto.

Menurut dia, kondisi yang terlihat dalam video bukanlah bentuk pembiaran, melainkan bagian dari upaya bersama agar program tetap berjalan di tengah keterbatasan medan dan akses jalan.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya memahami perhatian dan kekhawatiran masyarakat terkait proses distribusi MBG, khususnya di wilayah yang memiliki akses jalan terbatas.

Karena itu, evaluasi terus dilakukan agar proses distribusi ke depan menjadi lebih baik, aman, dan nyaman, sekaligus mampu menjangkau seluruh sekolah tanpa terkendala kondisi geografis.

Program ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga tentang semangat gotong royong dan kepedulian bersama. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses,” katanya.

Pihak SPPG Simboro 01 turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan dan berbagai masukan yang diberikan demi perbaikan pelayanan program MBG di lapangan.

Terima kasih atas perhatian, dukungan, dan masukan dari masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anak-anak sekolah,” tutup Rudianto.

By Adhie.