Mamuju, Nuansainfo.com – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Barat mengecam keras aksi dugaan pengeroyokan yang menimpa kadernya di Kabupaten Mamuju. Tindakan kekerasan tersebut diduga kuat dilakukan oleh oknum dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menyikapi insiden kelam ini, PKC PMII Sulbar melalui Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Kebijakan Publik, menyatakan sikap tegas dan mengutuk keras segala bentuk tindakan premanisme yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan serta hukum di tanah Sulawesi Barat.
Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Sulbar, Akbar, menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun. Menurutnya, sebagai negara hukum, segala bentuk perselisihan atau perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan dengan kekerasan fisik bersama-sama.
“Kami mengecam keras tindakan pengecut dan brutal yang diduga dilakukan oleh oknum SPPG terhadap kader kami. Ini bukan hanya sekadar penyerangan fisik terhadap individu, tetapi merupakan ancaman nyata terhadap ruang aman berorganisasi dan nilai-nilai HAM di Sulawesi Barat. Kami tidak akan tinggal diam,” ujar Akbar dalam keterangan tertulisnya.
Akbar menambahkan, pihak PKC PMII Sulbar saat ini tengah mengumpulkan seluruh bukti dan saksi di lapangan untuk memperkuat proses hukum. Ia juga mendesak aparat kepolisian, khususnya Polresta Mamuju, untuk bergerak cepat, objektif, dan transparan dalam menangkap para pelaku.
Poin Tuntutan PKC PMII Sulawesi Barat:
-
Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu: Mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap dan memproses hukum seluruh oknum SPPG yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
-
Jaminan Keamanan: Meminta aparat penegak hukum memberikan jaminan keamanan bagi korban dan saksi-saksi selama proses hukum berjalan.
-
Stop Premanisme: Mengimbau seluruh elemen kepemudaan dan masyarakat di Sulbar untuk menolak segala bentuk tindakan premanisme dan kekerasan dalam dinamika gerakan.
Di akhir pernyataannya, Akbar mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan PMII di Sulawesi Barat untuk tetap tenang, solid, dan tidak terpancing melakukan aksi balasan yang anarkis, namun tetap mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami instruksikan kepada seluruh sahabat-sahabat PMII se-Sulbar untuk merapatkan barisan. Kita kawal kasus ini bersama-sama. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Jika pihak kepolisian lambat merespons, kami siap turun ke jalan untuk menuntut keadilan,” pungkas Akbar.

Tinggalkan Balasan