Nuansainfo.com, Polewali Mandar – Perkumpulan Wija Raja (PERWIRA) La Patau Matanna Tikka (LPMT) Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan selamat dan apresiasi mendalam atas rencana pengukuhan seluruh pemangku adat dalam jajaran Arajang Balanipa Mandar yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026 mendatang.

​Koordinator Wilayah PERWIRA LPMT Sulawesi Barat, H. Herman Kulawu, menguraikan pesan penting tersebut usai acara Pertemuan Keluarga Besar PERWIRA LPMT Sulawesi Barat di Mamuju. Ia menyampaikan bahwa momentum pengukuhan yang dipusatkan di Taman Budaya dan Museum, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar tersebut memiliki nilai strategis bagi pelestarian akar kebudayaan di tanah Mandar.

​”Kami dari Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka Provinsi Sulawesi Barat mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan seluruh pemangku adat dalam jajaran Arajang Balanipa Mandar,” kata Herman Kulawu. Mamuju 2/8/2027

Herman berharap para pemangku adat yang dikukuhkan mampu mengemban amanah dengan penuh integritas, serta senantiasa menjadi benteng pertahanan nilai-nilai luhur dan pemersatu masyarakat.

​”Semoga para pemangku adat yang dilantik senantiasa menjadi penjaga marwah, pewaris nilai-nilai luhur, dan perekat persatuan. Dengan demikian, adat tetap hidup, budaya tetap lestari, dan kehormatan Balanipa senantiasa terpelihara bagi generasi kini maupun yang akan datang,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan pemangku adat sangat mendasar dalam menjaga identitas daerah serta memberikan petunjuk moril bagi masyarakat.

Kiranya Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keberkahan kepada seluruh pemangku adat dalam mengemban amanah demi kejayaan Arajang Balanipa dan kemuliaan budaya Mandar,” pungkas Herman.

Acara pengukuhan adat yang akan digelar di Tinambung tersebut diperkirakan bakal dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pemuka adat, serta jajaran pemerintah daerah setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah dan budaya Mandar.Acara pengukuhan adat yang akan digelar di Tinambung tersebut diperkirakan bakal berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta para tokoh adat dan pemangku adat dari Sulawesi Selatan sebagai bentuk penghormatan dan penguat tali silaturahmi antarwilayah adat.

By. Adhie.