Mamuju – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus mematangkan langkah guna mendongkrak kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kali ini, RSUD Sulbar menjalani proses visitasi penilaian kesesuaian perizinan berusaha berbasis risiko.

Proses visitasi ini menjadi instrumen krusial untuk memastikan tata kelola dan fasilitas medis di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut benar-benar memenuhi standar regulasi nasional yang ketat.

Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari komitmen nyata dalam menyukseskan program prioritas Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, terutama di sektor pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang kesehatan.

Direktur RSUD Provinsi Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, menegaskan bahwa seluruh jajarannya fokus penuh pada perbaikan mutu serta penyelarasan administrasi perizinan. Target utamanya adalah melahirkan layanan rumah sakit berbasis kompetensi yang andal.

“Proses visitasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan rumah sakit menghadapi sistem perizinan berbasis risiko, sekaligus memacu layanan profesional dari tenaga kesehatan,” ujar dr. Musadri.

Dalam pelaksanaannya, proses penilaian ini melibatkan tim verifikasi lintas sektor. Mulai dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, Asisten Setda, hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Manajemen RSUD Sulbar kini memfokuskan akselerasi awal pada validasi dokumen standar pelayanan. Seluruh pemenuhan data tersebut nantinya langsung diintegrasikan secara transparan melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

Dengan adanya penilaian kesesuaian ini, RSUD Sulbar optimistis dapat memberikan proteksi dan kepastian layanan medis bermutu tinggi bagi pasien. Evaluasi ini sekaligus mengikis celah kekurangan pelayanan di lapangan agar berjalan lebih aman, kredibel, dan berdaya saing.