Mamuju, Nuansainfo.com – Festival Nelayan Mamuju Keren yang digelar di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sumare, Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, resmi berakhir. Penutupan festival tak hanya menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi juga mempertegas komitmen pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi, perlindungan hukum, dan pelestarian lingkungan bagi masyarakat pesisir.
Festival yang berlangsung di kawasan KNMP Sumare itu diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pameran produk perikanan, dialog bersama nelayan, hingga peluncuran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) khusus bagi komunitas nelayan. Kehadiran Posbankum menjadi salah satu program strategis yang diharapkan mampu memberikan akses layanan hukum yang lebih mudah bagi masyarakat pesisir.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, mengatakan Posbankum merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum kepada nelayan.
“Kami ingin memastikan masyarakat pesisir memiliki kepastian hukum dalam menjalankan profesinya. Mulai dari perizinan usaha hingga penyelesaian sengketa kelautan, nelayan tidak perlu lagi merasa khawatir,” katanya saat peresmian Posbankum.
Menurut Saefur, keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu nelayan memahami hak dan kewajiban mereka sekaligus memperoleh pendampingan hukum secara cepat dan terjangkau.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, Syafruddin DM, menilai program tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan.
“Adanya kepastian hukum akan memberikan rasa aman bagi nelayan untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha perikanan. Ini merupakan fondasi penting bagi kemajuan sektor kelautan,” ujarnya.
Ketua Kampung Nelayan Merah Putih Sumare, Lukman, mengaku menyambut baik kehadiran Posbankum. Menurutnya, selama ini nelayan kerap menghadapi persoalan administrasi, legalitas usaha, hingga akses permodalan.
“Dengan adanya pendampingan hukum, kami merasa lebih terlindungi. Kami berharap program ini benar-benar membantu nelayan dalam mengembangkan usaha dan memperjuangkan hak-haknya,” tuturnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, mengatakan Festival Nelayan Mamuju Keren merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami terus mendorong peningkatan kapasitas nelayan melalui pendampingan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan lembaga hukum menjadi modal penting untuk mewujudkan Mamuju yang maju dan sejahtera,” katanya.
Tak hanya berfokus pada penguatan ekonomi dan perlindungan hukum, festival juga diisi dengan aksi penanaman mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir serta kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) untuk meningkatkan konsumsi ikan dan gizi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Festival Nelayan Mamuju Keren dan peluncuran Pos Bantuan Hukum, Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap Kampung Nelayan Merah Putih Sumare dapat menjadi model pengembangan kawasan pesisir yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi, kepastian hukum, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
By. Adhie.

Tinggalkan Balasan