Mamasa, nuansainfo.com – Kinerja Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Agum Syaputra, disorot tajam oleh aktivis kepemudaan dan mahasiswa setempat, Ahmad Rizal. Agum dinilai lalai menjalankan tugas lantaran disebut sudah berbulan-bulan tidak berkantor dan kerap absen dalam agenda penting.
Ahmad Rizal mengungkapkan, absennya unsur pimpinan DPRD ini mencederai amanat rakyat. Berdasarkan pantauannya, ruang kerja Ketua DPRD Mamasa tampak kosong dalam kurun waktu yang cukup lama.
“Sangat disayangkan, seorang unsur pimpinan yang seharusnya menjadi lokomotif penggerak lembaga perwakilan rakyat justru menunjukkan teladan yang buruk. Sudah berbulan-bulan ruang kerjanya kosong dan kehadirannya di kantor nyaris tak terlihat,” ujar Ahmad Rizal kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Rizal menyoroti salah satu agenda krusial yang dilewatkan oleh Agum, yakni pelantikan Sekretaris Dewan (Sekwan) yang digelar hari ini. Menurutnya, ketidakhadiran Ketua DPRD dalam agenda strategis tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap kelangsungan tugas kedewanan.
“Ketidakhadiran Ketua DPRD bukan hanya soal fisik di kantor, tapi berimbas pada absennya beliau dalam agenda penting, seperti pelantikan Sekwan hari ini. Padahal ini krusial bagi kelancaran agenda DPRD demi kemajuan daerah,” tegasnya.
Rizal menilai, sikap pasif pimpinan dewan ini berpotensi menghambat pengambilan keputusan daerah yang bersifat mendesak. Di sisi lain, ia menyinggung hak keuangan yang tetap diterima, namun tidak dibarengi dengan kinerja maksimal.
“Gaji dan tunjangan tetap berjalan, tapi fungsi kedewanan tidak dijalankan secara maksimal. Ini bisa memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPRD,” tambahnya.
Desak BK dan Partai Bertindak
Atas kondisi tersebut, Rizal mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Mamasa untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia meminta agar BK melakukan evaluasi terhadap Agum sesuai dengan Tata Tertib (Tatib) DPRD yang berlaku.
“Kami meminta BK DPRD Mamasa segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan. Jangan ada pembiaran atau tebang pilih. Jika memang ada kendala prinsip seperti sakit, harus ada penyampaian resmi yang transparan kepada publik,” kata Rizal.
Rizal menegaskan, jika ketidakhadiran tersebut murni karena kelalaian atau ketidakmampuan dalam menjalankan tugas, ia meminta agar Agum secara ksatria mundur dari jabatannya.
“Jika memang tidak mampu menjalankan tupoksinya, lebih baik mundur saja dari jabatan Ketua. Kami juga meminta Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk melakukan evaluasi internal demi menjaga marwah partai dan kepentingan masyarakat Mamasa,” tutupnya.
By Adhie

Tinggalkan Balasan