Mamuju, nuansainfo.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sulawesi Barat menyatakan kecaman keras atas insiden pengeroyokan yang menimpa Sekretaris DPD GMNI Sulawesi Barat. Tindakan brutal ini merupakan bentuk premanisme yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berdemokrasi dan berorganisasi.

Sebagai sesama organisasi kepemudaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, DPD GPM Sulawesi Barat menegaskan sikap sebagai berikut:

Pertama DPD GPM Sulbar Mengutuk Keras Tindakan Kekerasan karena segala bentuk kekerasan fisik dan pengeroyokan yang dialami oleh Sekretaris DPD GMNI Sulbar. Tindakan tersebut adalah perbuatan pengecut

Kedua kami DPD GPM Sulbar juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH), Polresta beserta jajarannya segera melakukan penyelidikan secara mendalam, menangkap para pelaku, serta mengungkap aktor intelektual di balik aksi pengeroyokan ini tanpa terkecuali. Kami meminta kepolisian bertindak profesional dan transparan dalam memproses kasus ini hingga ke pengadilan.

“Kami menyatakan sikap solidaritas penuh kepada keluarga besar GMNI Sulawesi Barat. GPM Sulawesi Barat siap berdiri bersama untuk mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi yang dialami oleh kawan kami yakni Sekretaris DPD GMNI Sulawesi Barat” Ucap Beni, selaku Wakil Ketua 1 DPD GPM Sulawesi Barat

Beni menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan pemuda di Sulawesi Barat untuk menolak segala bentuk premanisme dan kekerasan dalam penyelesaian masalah.

“Lingkungan Sulawesi Barat harus menjadi ruang aman bagi setiap individu untuk berpendapat dan melakukan pembelaan, Kami percaya bahwa kekerasan bukanlah jalan keluar bagi perbedaan pandangan. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini secara ketat. Apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pihak kepolisian, DPD GPM Sulawesi Barat akan melakukan langkah-langkah konstitusional lainnya sebagai bentuk pengawalan terhadap penegakan hukum di tanah Malaqbiq ini.” Tutup Beni