Mamuju, Nuansainfo.com –  Antusiasme masyarakat Kecamatan Tommo, dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 harus terhenti di tengah jalan setelah kegiatan perlombaan yang dibuka pada 26 Juli 2026 di desa rantemario kecamatan tommo dihentikan pada 29 Juli karena tidak mengantongi izin keramaian.

Kegiatan yang melibatkan berbagai perlombaan dan cabang olahraga tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat. Namun, penghentian kegiatan menimbulkan kekecewaan karena warga menilai semestinya terdapat kepastian dan kejelasan sejak awal terkait perizinan yang menjadi syarat pelaksanaan acara.
Pasca penghentian kegiatan, panitia dan perwakilan masyarakat kembali menghadap pihak kepolisian untuk mencari solusi. Akan tetapi, masyarakat mengaku hanya memperoleh izin untuk melaksanakan perlombaan yang tidak melibatkan kontak fisik, sementara izin untuk cabang olahraga sepak bola tidak diberikan.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Salah seorang warga Tommo, Asnandar, mempertanyakan alasan tidak diterbitkannya izin keramaian untuk pertandingan sepak bola yang menjadi salah satu agenda utama perayaan HUT RI di wilayah tersebut.

Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga rakyat yang selama ini menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun semangat sportivitas, dan menyatukan masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Tommo. Karena itu, masyarakat berharap adanya penjelasan yang terbuka mengenai dasar pertimbangan penolakan izin tersebut.

“Aspek keamanan tentu harus menjadi prioritas, tetapi masyarakat juga berhak memperoleh kepastian dan penjelasan yang jelas. Jangan sampai semangat masyarakat untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan justru terhambat oleh proses yang tidak dipahami oleh warga. Kami berharap ada komunikasi yang lebih terbuka dan solusi yang adil bagi semua pihak,” ujar Asnandar Melalui Whatsapp 01/8/2026

Masyarakat menilai perayaan kemerdekaan bukan sekadar ajang hiburan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan. Oleh karena itu, warga berharap pihak terkait dapat membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan yang transparan agar tidak menimbulkan spekulasi maupun kekecewaan di tengah masyarakat.

By Adhie