Mamuju – Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok terus digencarkan di Sulawesi Barat. Hari ini, Gerakan Pangan Murah (GPM) diselenggarakan secara serentak di dua lokasi strategis di Mamuju melalui kolaborasi lintas instansi.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Barat bersama Perum Bulog Kantor Cabang Mamuju, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Sulawesi Barat.

Adapun dua lokasi yang menjadi pusat pelaksanaan GPM hari ini adalah Terminal Simbuang, yang terselenggara berkat kerjasama dengan DWP BPTD Kelas III Sulawesi Barat, serta di Lapangan Ahmad Kirang yang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat.

AM Bisnis Bulog Cabang Mamuju, Kartono Wijaya, menegaskan bahwa pelaksanaan GPM di dua tempat sekaligus ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat luas.

GPM hari ini kita laksanakan di dua tempat sekaligus. Tujuannya satu, yakni untuk memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Kartono di sela-sela kegiatan.

Menurut Kartono, keterlibatan berbagai instansi pemerintah dalam kegiatan ini sangat krusial. Melalui kolaborasi tersebut, GPM mampu menghadirkan bahan pangan dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan harga pasar, sehingga menjadi instrumen efektif dalam menekan inflasi.

Melalui kerjasama dengan instansi pemerintah lainnya, kegiatan GPM ini terbukti mampu menekan harga pangan dasar seperti beras, gula, minyak goreng, dan komoditas lainnya. Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, warga tampak antusias memadati stan GPM sejak pagi hari. Beras kualitas premium dan medium serta minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diburu. Program ini pun disambut positif oleh masyarakat setempat.

Ibu Wardiah, salah satu warga yang ikut mengantre, mengaku sangat bersyukur dengan adanya pasar murah ini di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Alhamdulillah sangat terbantu, apalagi harga beras dan minyak goreng di pasar kadang masih naik turun. Kalau di sini harganya lumayan miring, jadi lumayan buat menghemat uang belanja bulanan. Harapannya kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan,” kata Wardiah.

Senada dengan Wardiah, Arni, seorang ibu rumah tangga lainnya yang turut berbelanja, merasa GPM ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga.

Sangat menolong ya buat ibu rumah tangga seperti kita. Uang sisa dari beli beras murah ini kan bisa dipakai untuk beli lauk pauk atau kebutuhan anak sekolah. Biar antrenya lumayan panjang dari pagi, tapi sepadan dengan harganya,” tutur Arni antusias.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala guna menjaga daya beli masyarakat serta menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju.

By Adhie