Pasangkayu, Nuansainfo.com – Polemik yang melibatkan Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, dengan anggotanya, Bripda Azril Fauzi, resmi dinyatakan berakhir. Penyelesaian konflik ini ditempuh melalui jalur kekeluargaan, yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan damai oleh kedua belah pihak.

Proses perdamaian tersebut berlangsung dengan disaksikan langsung oleh Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, serta keluarga Bripda Azril Fauzi beserta kuasa hukumnya. Dalam dokumen kesepakatan yang ditandatangani di atas materai, ditegaskan bahwa seluruh proses penyelesaian dilakukan secara sukarela, tanpa ada unsur paksaan, intimidasi, maupun tekanan dari pihak mana pun.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri segala persoalan yang timbul akibat insiden pada 1 Juli 2026. Dugaan kekerasan fisik yang sempat menjadi perhatian publik kini dinyatakan selesai dan tidak akan berlanjut ke jalur hukum atau tuntutan lainnya di masa depan.

Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, memberikan tanggapan positif atas penyelesaian masalah ini. Ia menilai bahwa aksi yang dilakukan Kapolres adalah tindakan yang sangat manusiawi, mengingat peran Kapolres bukan sekadar pimpinan, namun juga sosok yang memiliki kepedulian.

“Saya rasa itu adalah hal yang manusiawi karena siapa pun melihat anaknya dalam kondisi seperti itu, apalagi anak perempuan, tentu akan merasakan hal yang sama,” ujar Yaumil.

Lebih jauh, Bupati yang mengaku telah lama mengenal sosok AKBP Joko Kusumadinata ini menyatakan keyakinannya akan integritas pribadi sang Kapolres. Menurutnya, insiden tersebut murni sebagai kekhilafan yang sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya mengenal Kapolres bukan saat beliau menjabat di Pasangkayu, tetapi jauh sebelumnya. Saya tahu persis bagaimana kepribadiannya sehari-hari dan saya yakin beliau adalah orang baik,” tambahnya.

Menanggapi berbagai spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat, Bupati Yaumil dengan tegas meminta agar persoalan ini tidak lagi diperpanjang atau dibesar-besarkan. Ia berharap kesepakatan damai ini menjadi titik akhir yang mendewasakan semua pihak.

“Saya rasa masalah ini sudah selesai dan tidak perlu dibesarkan lagi. Saya berharap seluruh masyarakat tidak perlu membesarkan atau memperpanjang persoalan ini,” tegas Bupati.

Mengakhiri pernyataannya, Bupati menitipkan pesan kepada Bripda Azril Fauzi agar tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian. Ia berharap insiden tersebut menjadi pelajaran berharga untuk saling memaafkan dan mengedepankan musyawarah.

“Kepada ananda Bripda Azril Fauzi, tetaplah fokus bekerja, menjadi anggota Polri yang baik serta melaksanakan arahan dan tugas dari pimpinan,” tutupnya.

By Adhie