Mamuju, nuansainfo.com – Di bawah terik matahari yang menyengat, jemari-jemari itu mencengkeram kuat celah-celah kecil pada dinding vertikal. Setiap tarikan napas adalah pertaruhan antara gravitasi dan tekad baja. Di sanalah Nofrianto S., seorang pelajar asal UPTD SMP Negeri 6 Topoyo, menemukan dunianya.

Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis. Nofrianto sukses menaklukkan kejuaraan panjat tebing tingkat provinsi dan memboyong gelar Juara 1. Prestasi gemilang ini bukan sekadar urusan medali, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kerja keras, keringat, dan disiplin yang ia tempa di balik kesederhanaan fasilitas daerah.

Kepala UPTD SMPN 6 Topoyo, Sri Rodiah, SP, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa sang anak didik. Di bawah kepemimpinannya, sekolah ini terus mendorong semangat juang para siswa selaras dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda: bersatu, bangkit, dan maju.

“Bersatu dalam Perbedaan, Berprestasi dengan Kerja Keras, dan Berkarya untuk Indonesia”—sebuah slogan yang terpampang nyata bukan hanya sebagai penghias baliho Hari Sumpah Pemuda, tetapi benar-benar dihidupkan oleh keringat Nofrianto di arena panjat tebing.

Kemenangan ini sekaligus menepis batasan bahwa sekolah di daerah pinggiran tidak mampu bersaing di panggung yang lebih tinggi. Nofrianto S. telah membuktikan bahwa dengan ketekunan dan mental petarung, dinding setinggi apa pun bukan untuk ditakuti, melainkan untuk ditaklukkan. Dari Topoyo, asa itu kini membumbung tinggi, menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus melangkah dan mengharumkan ibu pertiwi.

By wahid