Mamuju, nuansainfo.com – Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat (AMS) menyegel kantor PT Hutama Karya di Mamuju, Sulbar. Penyegelan ini dilakukan sebagai bentuk protes atas belum adanya kejelasan terkait legalitas material dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat.

“Kami telah melakukan audiensi sebanyak tiga kali. Namun hingga hari ini, kami menilai belum ada kejelasan yang dapat menjawab berbagai pertanyaan kami mengenai legalitas material dan dokumen AMDAL,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) AMS, Usman, kepada wartawan.

Usman menjelaskan, penyegelan kantor PT Hutama Karya merupakan langkah tegas agar pihak perusahaan maupun instansi terkait memberikan keterbukaan informasi. Pasalnya, kejelasan legalitas bahan material dan ketaatan terhadap AMDAL merupakan hal vital dalam pelaksanaan proyek.

Tak hanya menuntut transparansi dokumen, AMS juga mendesak pimpinan Project Manager (PM) proyek tersebut untuk melepaskan jabatannya. Pihaknya menilai pimpinan proyek tidak mampu bekerja secara profesional.

“Karena dugaan kami sudah kuat terkait pelanggaran, maka dari itu kami juga meminta agar Project Manager (PM) mundur dari jabatannya karena kami menilai tidak mampu bekerja secara profesional,” tegas Usman.

Atas polemik ini, AMS meminta instansi pemerintah yang berwenang turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari seluruh aspek perizinan, administrasi, hingga memastikan seluruh pengerjaan proyek berjalan sesuai aturan perundang-undangan.

“Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Kami berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan demi menjaga akuntabilitas pelaksanaan proyek Sekolah Rakyat,” tambah Usman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau konfirmasi resmi dari pihak PT Hutama Karya terkait aksi penyegelan maupun tuntutan yang dilayangkan oleh massa mahasiswa.

By Adhie