Mamuju, Nuansainfo.com– Suasana pelantikan pengurus DPW dan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) se-Sulawesi Barat yang digelar di Mamuju, Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung panas. Akbar Said, dalam sambutannya, menegaskan bahwa mesin partai di “Bumi Manakarra” kini dalam kondisi satu komando untuk memenangkan Pemilu 2029.
Di hadapan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan ribuan kader yang memadati ruangan, Akbar menyampaikan orasi yang membakar semangat. Ia menegaskan bahwa bagi kader PAN di Sulawesi Barat, 14 Februari 2029 bukanlah target jangka panjang, melainkan sebuah agenda yang harus disiapkan hari ini juga.
”Bagi kami, 14 Februari 2029 bukan lagi dua tahun tujuh bulan 17 hari ke depan. Bagi kami, pemilu itu adalah besok. Tidak ada waktu untuk bersantai, tidak ada menit untuk tidak bekerja,” ujar Akbar di atas podium, disambut riuh sorak kader yang membalas dengan teriakan “Satu Komando!”.
Akbar juga menekankan loyalitas PAN terhadap pembangunan daerah. Ia memastikan seluruh kader akan menjadi sahabat setia bagi Gubernur Sulawesi Barat dalam merealisasikan mimpi-mimpi kemajuan daerah.
Tak hanya soal politik, Akbar menggarisbawahi instruksi khusus dari Zulkifli Hasan mengenai peran strategis partai di parlemen. Ia menyebutkan bahwa kader PAN yang duduk di Komisi IV DPR RI telah diperintahkan untuk fokus mengawal hajat hidup masyarakat Sulawesi Barat yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan kehutanan.
”Sektor ini mencakup 84 persen masyarakat kita. Pak Ketua Umum memerintahkan kami hadir dengan komitmen satu untuk rakyat,” tegasnya.
Pelantikan kali ini terasa istimewa dengan kehadiran sejumlah figur publik yang diusung PAN. Tampak hadir dalam ruangan, Ketua DPP PAN yang juga pesohor Pasha Ungu, hingga Verrell Bramasta. Uya Kuya, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN, terlihat mendampingi jajaran pengurus.
Selain jajaran elite partai, prosesi pelantikan juga dihadiri oleh elemen penting Sulawesi Barat, mulai dari Maradika Mamuju, pimpinan Muhammadiyah, NU, Rektor Universitas Sulawesi Barat, hingga perwakilan KADIN. Kehadiran tokoh-tokoh ini dinilai Akbar sebagai suntikan moral sekaligus legitimasi dukungan bagi langkah politik PAN ke depan.
Di balik meriahnya acara, Akbar sempat menyinggung dinamika persiapan yang cukup singkat. Ia menceritakan bahwa instruksi pelantikan di Mamuju baru diterima tujuh hari sebelum hari pelaksanaan. Padahal, awalnya direncanakan pengumpulan 3.500 hingga 5.000 relawan di Polewali Mandar.
”Perintah Ketua Umum adalah laksanakan tanggal 3 Juli di Mamuju. Meskipun kapasitas gedung terbatas, kami upayakan semaksimal mungkin. Jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan, kami mohon dimaafkan, namun semangat kami untuk menjadi pemenang Pemilu 2029 tidak akan kendor,” pungkasnya.
Dengan pelantikan ini, PAN Sulawesi Barat resmi memulai langkahnya untuk melakukan konsolidasi besar-besaran, dengan target utama menguasai suara di provinsi tersebut pada kontestasi elektoral mendatang
By. Adhie

Tinggalkan Balasan