Mamuju, nuansainfo.com – Himpunan Pelajar Mahasiswa Kesehatan (Hipermakes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendesak Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Sulbar untuk benar-benar merealisasikan kewajiban pengujian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur pengelola. Satgas diminta tidak sekadar mengeluarkan aturan tanpa pengawasan ketat di lapangan.

Ketua Hipermakes Sulbar, Muh. Ilham, menegaskan bahwa limbah dari aktivitas dapur MBG dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan benar. Oleh karena itu, uji laboratorium berkala tiap tiga bulan tidak boleh hanya menjadi formalitas di atas kertas.

“Kami mengapresiasi regulasi tersebut, tetapi Satgas MBG Sulbar harus betul-betul menjalankan dan mengawal aturan ini. IPAL dapur MBG wajib dipastikan berfungsi maksimal dan benar-benar diuji di laboratorium secara berkala,” kata Muh. Ilham di salah satu warkop di Mamuju, Selasa (21/7/2026).

Ilham menilai, potensi pencemaran lingkungan dari limbah sisa olahan makanan yang beroksidasi dapat memicu timbulnya bakteri hingga penyakit berbasis lingkungan. Menurutnya, aspek kesehatan lingkungan sejajar pentingnya dengan kualitas gizi makanan yang disajikan.

“Jangan sampai program yang tujuannya meningkatkan gizi anak-anak justru menimbulkan masalah kesehatan baru bagi warga sekitar akibat pembuangan limbah dapur yang sembarangan. Pengawasan ke UPTD Laboratorium Lingkungan harus transparan dan tegas,” tegas Ilham.

Ia menambahkan, Hipermakes Sulbar akan terus mengawal jalannya pengawasan IPAL dapur MBG di seluruh wilayah Sulawesi Barat demi memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap terlindungi.

By Adhie