Mamuju, nuansainfo.com – Gerakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) Sulawesi Barat melayangkan protes keras terhadap pemberitaan media Berita Terkini Sulbar News. Kelompok ini membantah narasi yang dimuat terkait aksi unjuk rasa pada Senin, 29 Juni 2026, dengan alasan tidak adanya proses verifikasi atau konfirmasi dari pihak redaksi.

Ketua GEBRAK Sulbar, Idham, mengaku terkejut saat mendapati namanya dicatut dalam sebuah artikel yang sudah tersebar luas di berbagai grup WhatsApp.

Ia menegaskan bahwa pihak media tidak pernah sekalipun menghubunginya untuk meminta keterangan atau tanggapan terkait aksi tersebut.

“Kami tegaskan bahwa GEBRAK Sulbar tidak pernah mengeluarkan rilis resmi terkait isi pemberitaan itu. Saya secara pribadi tidak pernah dikonfirmasi, dihubungi, maupun dimintai tanggapan sebelum berita diterbitkan,” ujar Idham kepada nuansainfo, Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Idham, ia baru mengetahui pemberitaan tersebut setelah artikel itu “mengudara” dan menjadi konsumsi publik. Ia menyesalkan minimnya tanggung jawab redaksional yang berujung pada potensi misinformasi di tengah masyarakat. Baginya, mencantumkan narasumber tanpa melalui proses wawancara adalah pelanggaran serius terhadap standar kerja jurnalistik.

Idham menilai tindakan Berita Terkini Sulbar News telah mencederai prinsip keberimbangan (cover both sides) dan proses verifikasi—dua pilar utama yang diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.

“Kami sangat menghormati kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Namun, setiap insan pers memiliki kewajiban mutlak untuk melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi. Jangan sampai pemberitaan tanpa konfirmasi justru menggerus kepercayaan publik terhadap media itu sendiri,” tegasnya.

Atas dasar itu, GEBRAK Sulbar secara resmi menuntut media yang bersangkutan untuk segera memberikan ruang hak jawab dan melakukan koreksi atas poin-poin informasi yang tidak akurat atau tidak berasal dari narasumber yang kredibel.

Langkah klarifikasi ini, kata Idham, diambil semata-mata untuk meluruskan narasi di publik dan mencegah kesalahpahaman lebih jauh. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi media lokal agar lebih mengedepankan profesionalisme dan objektivitas dalam menjalankan tugas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi Berita Terkini Sulbar News belum memberikan tanggapan terkait tuntutan koreksi dan hak jawab yang diajukan oleh pihak GEBRAK Sulbar.

By Adhie