Mamuju, nuansaindo.com – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmen nyata dalam memberdayakan kawasan transmigrasi melalui kegiatan Kolaborasi dan Integrasi Lintas Sektor Transmigrasi yang dipusatkan di Satuan Permukiman (SP) Taramanuk Tua, Kabupaten Polewali Mandar, pada Kamis, 14 Mei 2026.

Kegiatan tersebut mencakup serangkaian agenda strategis, di antaranya penyerahan bantuan sambung pucuk kakao, perencanaan penguatan sektor hortikultura dan jagung, serta peninjauan hibah lahan peternakan seluas 20 hektar yang diperuntukkan bagi UPTD Peternakan Sulawesi Barat.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat, H. Andi Farid Amri, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa integrasi antar-sektor merupakan langkah kunci untuk mempercepat kemandirian ekonomi warga transmigran.

“Pengembangan kawasan transmigrasi tidak bisa bergerak sendiri. Melalui kolaborasi ini, kita memadukan sektor pertanian melalui bantuan sambung pucuk kakao dan komoditas jagung, serta penyiapan sektor peternakan seluas 20 hektar untuk menciptakan kawasan produktif yang terpadu,” ujar H. Andi Farid Amri di Mamuju.

Ia menambahkan bahwa pemberian bantuan bibit kakao berkualitas dan pengembangan tanaman hortikultura diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta produktivitas hasil pertanian masyarakat lokal dan transmigran.

“Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menghadirkan kesejahteraan yang merata, membuka peluang usaha baru, serta mendorong kemandirian kawasan transmigrasi menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.

By. Adhie