Mamuju, nuansainfo.com – Di sela-sela sambutannya, Bupati Mamuju Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, S.H., M.Si., perempuan pertama di Mamuju ini sempat menyentil kebiasaan sebagian keluarga nelayan setempat yang masih enggan mengonsumsi ikan hasil tangkapan sendiri. Ia menyayangkan fenomena di mana seluruh ikan berkualitas hasil melaut justru dijual habis ke pasar, sementara uang hasil penjualannya malah dibelikan makanan dengan gizi yang kurang seimbang.

“Saya berharap para nelayan, begitu mendapatkan hasil yang melimpah, jangan dijual semua. Ingat anak istri di rumah. Jangan semua dijual ke pasar, pulang bawa Indomie. Banyak yang seperti itu,” cetus Sutinah yang langsung disambut tawa para hadirin di lokasi.

Sutinah mengingatkan bahwa profesi sebagai nelayan seharusnya membuat kebutuhan gizi keluarga, terutama anak-anak, lebih mudah terpenuhi secara kualitas.

“Padahal profesinya nelayan, dan kita tahu ikan itu mempunyai gizi yang sangat bagus untuk bikin anak pintar dan tumbuh dengan sehat,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret untuk mengubah pola pikir tersebut, Pemkab Mamuju memanfaatkan momentum festival ini untuk meluncurkan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) secara resmi. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi gizi yang efektif, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Mamuju.

Menutup arahannya, Bupati Sutinah memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju serta para mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang telah bersinergi menyukseskan acara ini.

Menariknya, suasana penutupan semakin cair saat Sutinah melontarkan kelakar mengenai aktivitas melaut para nelayan yang sempat menurun dalam beberapa hari terakhir akibat demam sepak bola.

“Kata Pak Kadis, nelayan agak kurang di laut karena banyak pendukung Argentina, sama kayak Bupatinya. Tapi tanggal 20 sudah selesai, insya Allah Argentina menang. Setelah itu kondisi kembali normal, nelayan kembali melaut dan kita berharap mereka mendapatkan hasil yang melimpah,” kelakar Sutinah sembari membuka acara Eco-Fun Day secara resmi.

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mamuju, Danlanal Mamuju, anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mamuju, Kepala BPJS Provinsi Sulawesi Barat, para Kepala OPD, serta perwakilan unsur Forkopimda setempat.

by. Adhie