Nuansainfo.com, Mamuju — Kasus tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) kembali mencoreng keamanan ruang publik dan tempat kerja bagi perempuan di Sulawesi Barat. Seorang aktivis perempuan yang juga merupakan kader Korps PMII Putri (KOPRI) diduga menjadi korban kekerasan seksual saat sedang menjalankan tugasnya di sebuah toko di wilayah Mamuju.

Peristiwa tersebut memicu kecaman keras dari aliansi Mamuju Women Movement. Berdasarkan kronologi yang dihimpun aliansi, aksi biadab tersebut terjadi pada jam rawan sekitar pukul 01.00 WITA ketika korban tengah bekerja pada shift malam.

“Kasus ini bukan sekadar kejahatan individual, melainkan bentuk nyata dari kerentanan sistemik yang masih terus dihadapi oleh para pekerja perempuan, khususnya mereka yang harus bertugas pada malam hari di ruang-ruang publik dan tempat usaha lokal,” tegas Mamuju Women Movement dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10/2026).

Laporan atas tindak pidana tersebut kini telah resmi dilayangkan ke Polresta Mamuju. Aliansi menilai kejadian ini menjadi tamparan keras bagi jaminan keselamatan pekerja perempuan di daerah tersebut.

Meretetas situasi tersebut, Mamuju Women Movement mengeluarkan tiga poin tuntutan sikap tegas:

Desak Pengusutan Tuntas oleh Kepolisian: Meminta Polresta Mamuju bertindak cepat menangkap pelaku dan mengusut kasus ini secara transparan sesuai hukum yang berlaku, tanpa memberi ruang bagi penundaan atau penyelesaian damai di luar hukum (impunity).

Pengawasan Ketat Keselamatan Kerja: Mendesak Pemerintah Daerah dan dinas terkait di Mamuju memperketat pengawasan serta perlindungan keselamatan kerja bagi pekerja perempuan, khususnya yang bertugas pada shift malam di toko, swalayan, maupun sektor informal.

Solidaritas dan Pengawalan Kasus: Mengajak seluruh elemen masyarakat, gerakan perempuan, dan jaringan solidaritas di Sulawesi Barat bersatu mengawal kasus ini hingga tuntas serta memberikan dukungan penuh untuk pemulihan fisik dan psikis korban.

“Ruang aman bagi perempuan adalah harga mati! Hentikan kekerasan terhadap perempuan sekarang juga,” tegas mereka.