Mamuju, nuansainfo.com – Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Sulawesi Barat menggelar kegiatan bertajuk Sekolah Demokrasi: Pendidikan Pemilu untuk Generasi Muda. Acara ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 22–23 Juni 2026, bertempat di De Shanum Hotel.

Agenda tersebut diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk meningkatkan literasi politik dan kesadaran demokrasi di kalangan anak muda Sulawesi Barat. Lewat serangkaian diskusi interaktif dan pemaparan materi, para peserta diajak menyelami betapa krusialnya peran pemuda dalam menciptakan proses pemilu yang demokratis, berintegritas, serta bersih dari serbuan hoaks.

Saat membuka acara, narasumber yang hadir menegaskan bahwa masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada keberadaan generasi muda saat ini.

“Pemuda harus menjadi agen perubahan yang kritis, tidak golput, dan mampu mengawal jalannya pemilu agar berkualitas,” ujar salah satu pemateri di lokasi kegiatan.

Adapun peserta yang memadati De Shanum Hotel terdiri dari perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, hingga ragam komunitas lokal se-Sulawesi Barat. Tak cuma mendengar paparan dari panggung, para peserta juga diberikan ruang diskusi terbuka untuk membedah dan bertukar gagasan mengenai berbagai tantangan demokrasi terkini.

Lewat Sekolah Demokrasi ini, Netfid Sulbar menaruh harapan besar agar lahir tunas-tunas baru yang melek politik, berani menyuarakan kebenaran, serta senantiasa aktif mengawal iklim demokrasi di daerah.

Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) merupakan jaringan organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada upaya penguatan demokrasi, pengawalan pemilu, serta peningkatan partisipasi publik di seluruh Indonesia