Mamuju, nuansainfo.com – Peristiwa berdarah terjadi di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang pria berinisial T (53), warga Kelurahan Binanga, tewas setelah mengalami luka tusuk yang cukup parah.

Insiden ini memicu reaksi keras dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju. Mereka mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar persoalannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban T sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka sayat pada tangan kiri dan luka tusuk di bagian perut kiri atas yang mengakibatkan pendarahan hebat.

Selain korban tewas, insiden tersebut juga menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Salah satu korban luka diketahui merupakan anggota TNI berinisial K (41) dari Kodim 1418/Mamuju yang mengalami dua luka tusuk.

PMII Mamuju menyatakan bela sungkawa yang mendalam atas peristiwa ini. Namun, mereka menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, apalagi melibatkan oknum aparat negara.

“Kami meminta Polresta Mamuju mengusut tuntas kasus ini, apa yang menjadi pemicu sebenarnya. Kami sangat menyayangkan insiden ini melibatkan anggota TNI,” ujar perwakilan PMII Mamuju dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Pihak PMII mengaku prihatin dengan adanya keterlibatan oknum aparat, baik dari TNI maupun kepolisian, dalam pusaran persoalan di tempat hiburan malam. Menurut mereka, seharusnya aparat menjadi penjaga ketertiban, bukan justru terseret dalam konflik di THM.

Lebih jauh, PMII Mamuju menyoroti dampak negatif keberadaan THM terhadap stabilitas keamanan di Mamuju. Mereka menilai konsumsi alkohol yang tidak terkontrol di tempat-tempat tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memicu tindakan kriminal dan kekerasan.

PMII Mamuju secara tegas meminta Bupati Mamuju untuk mengambil langkah berani demi menjaga kedamaian daerah.

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi Bupati Mamuju. Kita menginginkan Mamuju yang damai dan jauh dari kekerasan. Kami mendesak pemerintah daerah untuk menutup semua tempat hiburan malam dan menghentikan penjualan minuman keras (miras) yang menjadi pemicu utama hilangnya kendali seseorang,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Mamuju dan pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyelidikan maupun tindakan yang akan diambil terhadap operasional THM di wilayah tersebut.

By. Adhie