TOPOYO – Upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mamuju Tengah kini memasuki babak baru. Menyadari bahwa penegakan hukum saja tidak cukup, Pemkab Mamuju Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggalang kekuatan lewat forum lintas sektor, Kamis (11/6/2026).

Berlangsung di Aula Hotel Fadhila, Kecamatan Topoyo, forum ini menghadirkan Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, Iptu Muhammad Arifin, sebagai narasumber utama. Di hadapan perwakilan berbagai instansi, Arifin menegaskan bahwa kompleksitas masalah—mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan orang (TPPO), hingga kasus anak berhadapan dengan hukum—membutuhkan penanganan kolektif.

“Kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci. Kami di kepolisian sangat mendukung penuh langkah ini karena pencegahan tak bisa dilakukan sendirian oleh satu lembaga,” tegas Arifin.

Menurut Arifin, edukasi publik adalah “garis depan” pertahanan. Ia menekankan bahwa memutus rantai kekerasan harus dimulai dari pemahaman masyarakat yang lebih baik. Jika masyarakat sadar dan berani melapor, deteksi dini terhadap potensi kekerasan akan jauh lebih efektif.

Forum tersebut tak sekadar menjadi ruang diskusi formal. Berbagai isu krusial dibedah, termasuk tantangan serius seperti fenomena perkawinan anak yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Arifin pun memberikan catatan khusus: diskusi ini tidak boleh berhenti pada dokumen atau seremonial belaka. Ia berharap apa yang dirumuskan di forum ini segera diturunkan ke level aksi nyata di lapangan dan disosialisasikan hingga ke akar rumput.

“Harapan kita tentu sederhana namun mendasar, yakni bagaimana pemahaman yang didapat di sini bisa menular ke masyarakat luas, sehingga angka kekerasan di Mamuju Tengah bisa kita tekan bersama,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah tidak ingin lagi pasif. Dengan menyatukan persepsi antar-sektor, diharapkan tercipta ekosistem yang lebih aman dan responsif bagi perempuan dan anak di wilayah tersebut.

By Adhie