Mamuju Tengah, Nuansainfo.com – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostatisper) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dengan slogan BerAKHLAK, telah merilis infografis yang mengungkap modus penipuan baru di platform Google Maps yang sedang viral dan mengincar masyarakat.
Melalui rilis infografis tersebut, Diskominfostatisper Mateng mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik penipuan yang memanfaatkan platform digital.
Berdasarkan infografis yang dirilis, modus penipuan ini dilakukan melalui empat tahap utama:
1. Pengeditan Nomor Telepon di Google Maps Modus penipuan dimulai dengan scammer yang sengaja mengedit nomor telepon pada informasi bisnis di Google Maps demi keuntungan pribadi. Scammer mengincar profil bisnis yang mungkin kurang diawasi oleh pemilik aslinya.
2. Customer Menghubungi Nomor Palsu Korban, yaitu masyarakat yang sedang mencari alamat atau informasi bisnis tertentu, menemukan profil bisnis di Google Maps dan langsung menelpon nomor yang sudah dirubah oleh scammer. Tanpa sadar, korban terhubung langsung dengan scammer.
3. Interaksi dengan Scammer yang Pura-Pura Menjadi Pemilik Bisnis Scammer, yang menyamar sebagai pelaku bisnis tersebut, berbicara dengan korban yang menyangka itu adalah nomor asli. Scammer akan meyakinkan korban dengan pura-pura memberikan informasi yang dibutuhkan, seperti mengonfirmasi bahwa toko masih buka.
4. Permintaan Transfer Uang Muka Karena korban percaya nomor tersebut asli karena tertera di Google Maps, mereka melanjutkan transaksi. Scammer kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan penipuan, biasanya dengan meminta transfer uang terlebih dahulu sebagai uang muka atau pembayaran penuh untuk pemesanan produk atau layanan.
Menanggapi maraknya modus penipuan ini, Diskominfostatisper Mateng memberikan peringatan keras. “Waspada! Selalu verifikasi informasi bisnis melalui sumber resmi sebelum melakukan transaksi,” tulis peringatan di infografis tersebut.
Masyarakat disarankan untuk melakukan konfirmasi ulang melalui cara-cara lain yang lebih terukur, seperti mengunjungi website resmi bisnis tersebut, akun media sosial terverifikasi, atau mendatangi langsung alamat fisik bisnis jika memungkinkan.
Untuk informasi lebih lanjut dan pelaporan, masyarakat dapat menghubungi Diskominfostatisper Mateng melalui akun Instagram resmi di @DISKOMINFOSTATISPER_MATENG dan website resmi di DISKOMINFOMATENG.GO.ID.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tertera di platform digital tanpa verifikasi mandiri, terutama dalam melakukan transaksi keuangan demi menghindari kerugian.
By Adhie

Tinggalkan Balasan