Mamuju, nuansainfo com – Sejumlah tokoh masyarakat dan elemen warga Sulawesi Barat menggelar rapat pembentukan Forum Kota Sulawesi Barat di Mamuju. Inisiatif ini lahir untuk merespons berbagai persoalan krusial daerah, mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas, hingga lambatnya tata kelola pelayanan publik.
Rapat yang dipimpin Bahtiar tersebut di salah satu cafe Simboro pantai kelurahan Simboro kabupaten Mamuju 13/9/2026, menyoroti rapuhnya pelayanan administratif dan sektor kesehatan di provinsi ke-33 Indonesia ini. Menurut Bahtiar, Sulawesi Barat membutuhkan pengawalan kritis agar masalah mendasar warga tidak berlarut-larut tanpa penyelesaian.
“Masalah seperti kelangkaan BBM, elpiji, hingga buruknya akses pelayanan kesehatan dan administrasi masyarakat masih terus berulang. Forum ini hadir untuk memastikan ada kontrol sosial yang berjalan,” kata Bahtiar saat memimpin diskusi.
Dalam sesi dialog, peserta rapat, H. Sudirman Hamdu., menekankan pentingnya posisi Forum Kota Sulawesi Barat sebagai jembatan aspirasi. Organisasi ini dirancang untuk mendesak pemerintah daerah maupun pusat agar mempercepat pemerataan kesejahteraan, khususnya dalam transparansi pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Sudirman menilai banyak kebijakan dan program strategis dari pusat yang gagal berdampak optimal di daerah karena lemahnya pengawasan lokal. “Forum ini akan mendorong agar kebijakan pemerintah pusat benar-benar berjalan efektif di Sulawesi Barat, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat dan pengelolaan hasil bumi,” ujar Sudirman.
Sementara itu, peserta rapat lainnya, Herman Kulawwu, mengingatkan agar wadah baru ini tidak kehilangan arah. Ia meminta forum menyusun skala prioritas dan memetakan isu-isu daerah secara terukur agar gerakan organisasi dapat berfokus pada ranah kerja yang jelas.
Menanggapi hal tersebut, Andi Toba menjelaskan bahwa setelah deklarasi, forum akan segera merumuskan struktur kepengurusan beserta departemen teknis. Sektor strategis seperti pertambangan akan menjadi salah satu perhatian utama organisasi mengingat dampaknya yang berjangka panjang bagi daerah.
“Kami akan membentuk departemen spesifik, contohnya Departemen Pertambangan. Ini krusial karena tata kelola tambang menyangkut masa depan ekologi dan ekonomi Sulawesi Barat untuk jangka panjang,” kata Andi Toba.
Setelah melalui diskusi intensif, rapat secara mufakat menetapkan jajaran inti kepemimpinan Presidium Forum Kota Sulawesi Barat:
* Ketua: Andi Toba, S.H.
* Sekretaris: Bahtiar Usman, S.E
* Bendahara: Ir. H. M. Nur Saing
Usai penetapan formatur KSB, tim kecil akan segera merampungkan kelengkapan struktur departemen, anggaran dasar, serta agenda kerja organisasi dalam waktu dekat.
By. Adhie

Tinggalkan Balasan