Nuansainfo.com, Mamuju Tengah – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Sosialisasi Tingkat Kabupaten Program Perumahan Tahun 2026 sekaligus merilis inovasi baru untuk memangkas angka backlog dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kepala Dinas Perkimtan Mamuju Tengah, Dr. Paisal Anwar, S.S., M.A.P., menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan sebagai pemenuhan urusan wajib pemerintahan daerah sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014, sekaligus merespons tingginya kesenjangan hunian masyarakat.
“Saat ini jumlah rumah tidak layak huni yang masih membutuhkan penanganan di Mamuju Tengah mencapai 7.847 unit atau sekitar 29,30 persen. Sementara capaian persentase rumah layak huni kita berada di angka 70,70 persen,” ujar Paisal Anwar saat menyampaikan laporannya di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah.
Paisal membeberkan, dari total 41.197 kepala keluarga di Mamuju Tengah, terdapat backlog kategori satu (kesenjangan ketersediaan dan kebutuhan) sebanyak 2.540 unit yang belum tertangani dari total 2.704 unit.
Sementara untuk penanganan RTLH atau backlog dua, dari total 11.692 unit yang terdata, sebanyak 3.845 unit telah berhasil diperbaiki lewat sinergi APBN (Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya/BSPS) sebanyak 3.559 unit serta APBD dan DAK sebanyak 286 unit.
Sebaran RTLH per Kecamatan di Mamuju Tengah
Berdasarkan pemetaan Dinas Perkimtan, sebaran sisa RTLH di Kabupaten Mamuju Tengah terbagi di lima kecamatan:
* Kecamatan Budong-Budong: 2.895 unit
* Kecamatan Tobadak: 1.285 unit
* Kecamatan Topoyo: 1.024 unit
* Kecamatan Pangale: 346 unit
* Kecamatan Karossa: 295 unit
“Kecamatan Pangale dan Karossa mencatatkan angka backlog lebih sedikit lantaran sepanjang kurun 2020 hingga 2024 kedua wilayah tersebut tidak mendapatkan alokasi kuota penanganan,” jelas Paisal.
Dapat Alokasi 800 Unit Bedah Rumah Kementerian PUPR
Menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait penyelarasan data DTKS (kategori desil 1 sampai 4), Dinas Perkimtan Mamuju Tengah telah menyaring data sasaran menjadi 4.834 unit rumah.
Hasilnya, Kabupaten Mamuju Tengah berhasil mengamankan kuota bantuan bedah rumah sebanyak 800 unit dari Kementerian PUPR untuk tahun anggaran 2026. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap:
* Tahap 1: 200 unit (Saat ini progres di lapangan menunjukkan 103 unit telah rampung 100%, dan 97 unit sisanya memasuki tahap penyelesaian akhir).
* Tahap 2: 300 unit (Terdiri atas 294 unit usulan Pemda, 4 unit usulan Kemenhut, dan 2 unit usulan Kemensos).
* Tahap 3: 300 unit.
Melalui sosialisasi dan peluncuran inovasi baru ini, Pemkab Mamuju Tengah optimistis dapat mempercepat akselerasi penyediaan hunian layak, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di bumi Lalla Tassisara.
By. Wahid

Tinggalkan Balasan