Mamuju, nuansainfo.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju resmi menggandeng Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) untuk mendongkrak sektor kelautan dan perikanan daerah. Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang digelar di Wisma Mala’bi, Jalan Pababari, Mamuju, Rabu (4/11/2026).

Kolaborasi ini berfokus pada penguatan kapasitas pembudidaya ikan kecil hingga pembinaan teknis secara berkelanjutan dengan menerapkan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat.

Mewakili Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju, Syahrudin Sanusi menyampaikan apresiasi tinggi atas terwujudnya kerja sama ini. Ia menegaskan sinergi ini dirancang untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan di lingkup Kabupaten Mamuju maupun Provinsi Sulawesi Barat.

“Kehadiran dua program studi baru di kampus kami juga mendapat dukungan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi,” ujar Syahrudin. Pihaknya telah menyiapkan dosen-dosen berkompeten untuk diterjunkan langsung sebagai pendamping kelompok pembudidaya ikan demi memastikan keberlanjutan program teknis di lapangan.

Sementara itu, Kepala DKP Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin Sanusi DM, memaparkan besarnya potensi perikanan daerah beserta tantangannya. Dengan garis pantai sepanjang 663,52 kilometer, sekitar 20 hingga 30 persen penduduk Sulbar menggantungkan hidup sebagai nelayan. Namun, maraknya kebocoran hasil tangkapan yang keluar daerah masih menjadi pekerjaan rumah utama.

Untuk menggenjot produksi, pemerintah kini memprioritaskan komoditas ikan air tawar guna mengimbangi target produksi nasional sebesar 5 juta ton. Berbagai program disiapkan, mulai dari pelatihan SDM bekerja sama dengan perguruan tinggi dan UGM, hingga penyaluran bantuan kolam, bibit ikan nila, dan indukan ke wilayah pegunungan.

“Peluang pasokan komoditas ikan nila ini juga kami arahkan untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai titik,” ungkap Safaruddin. Selain itu, pemerintah daerah telah mengajukan rencana pembangunan sentra pengolahan ikan seluas 7 hektar dengan anggaran Rp30 miliar ke pemerintah pusat.

Adapun pembukaan resmi acara penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala DKP Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, yang hadir mewakili Bupati Mamuju. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.

Kabar baik juga datang dari sektor perbankan. Bank Sulselbar menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan berupa akses pembiayaan tanpa agunan bagi para pembudidaya ikan kecil di Mamuju.

Sebagai pamungkas kolaborasi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari perguruan tinggi setempat juga akan diterjunkan untuk mendampingi kelompok budidaya di kawasan minapolitan Bonda, yang telah diakomodasi secara resmi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Langkah terpadu ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di Mamuju secara signifikan.

By Adhie