Mamuju, nuansainfo.com – Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SD Inpres Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, kini berjalan kondusif dan penuh keterbukaan. Hal ini dicapai setelah pihak Kepala Sekolah dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) duduk bersama untuk menyamakan persepsi serta membangun koordinasi yang lebih solid.
Proyek senilai Rp335.699.216,00 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender tersebut dipastikan kembali pada komitmen awal pengelolaan swakelola, yakni mengedepankan prinsip transparansi, kepatuhan pada petunjuk teknis (juknis), serta pemberdayaan potensi sekitar.

Dalam pertemuan dan dialog kekeluargaan yang digelar, kedua belah pihak sepakat untuk mengesampingkan dinamika kesalahpahaman teknis yang sempat terjadi sebelumnya dan fokus mengawal pengerjaan fasilitas sekolah agar selesai tepat waktu dan tepat mutu.
Pelaksana Kegiatan P2SP SD Inpres Rangas, Jumadi, mengapresiasi iktikad baik Kepala Sekolah yang mau duduk bersama merangkul kembali panitia. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan ke depan akan dijalankan sepenuhnya sesuai aturan pelaksanaan kegiatan swakelola, termasuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dan bahan material di sekitar lokasi sekolah.
“Setelah kami duduk bersama dan berdiskusi, Ibu Kepala Sekolah telah membuka ruang komunikasi yang sangat baik. Kami sepakat untuk menjalankan proyek ini sesuai juknis swakelola. Tenaga kerja dari masyarakat lokal serta penyediaan material di sekitar lokasi proyek akan dimaksimalkan. Hal ini membuat kami sebagai panitia merasa dihargai dan siap mengawal proyek ini sampai tuntas,” ujar Jumadi, Selasa (1/9/2026).
Jumadi menambahkan, riak-riak kecil yang sempat muncul sebelumnya murni karena dinamika komunikasi awal yang belum tersambung, dan kini seluruh permasalahan telah diselesaikan secara terbuka dan transparan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres Rangas, Nurlia Anggriani Sari, S.Pd., menegaskan komitmennya untuk terus memelihara sinergi dan keterbukaan informasi bersama jajaran P2SP maupun masyarakat sekitar.
“Sejak awal semangat kami adalah menjadikan program revitalisasi ini milik bersama. Melalui koordinasi yang intensif pasca-pertemuan ini, kami memastikan Pak Jumadi selaku pelaksana dan seluruh tim P2SP memegang peranan penting sesuai fungsinya. Kami taat aturan swakelola dengan memberdayakan warga dan sumber daya lokal agar pembangunan ini tidak hanya melengkapi sarana sekolah, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar,” ungkap Nurlia Anggriani Sari.
Dengan terbangunnya koordinasi yang kuat serta komitmen menjalankan kegiatan sesuai aturan, pengerjaan proyek revitalisasi di SD Inpres Rangas ini optimistis dapat rampung tepat waktu demi menghadirkan kenyamanan belajar bagi para peserta didik.
By. Adhie
By. Adhie

Tinggalkan Balasan