Mamuju, nuansainfo.com – Satuan Tugas (Satgas) Darurat Bencana Kabupaten Mamuju terus bergerak cepat menangani dampak musim kemarau. Memasuki hari ketiga penanganan, tim gabungan berfokus pada distribusi air bersih untuk warga terdampak kekeringan serta pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hingga saat ini, sebanyak 137 ton air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Mamuju, Simboro, Tapalang Barat, dan Kalukku.

Penyaluran air bersih ini dilakukan secara intensif dengan menggerakkan armada tangki gabungan dari BPBD Provinsi, BPBPK (2 unit), PMI (2 unit), serta PDAM.

Selain menangani krisis air bersih, Satgas Darurat Bencana juga berjibaku memadamkan kebakaran lahan yang melonjak sejak Sabtu (5/9). Penanganan berlangsung maraton sejak pagi hingga pukul 04.00 WITA.

“Tim di lapangan menangani lima titik api di wilayah Kecamatan Simboro, tepatnya di Desa Tapandullu dan Desa Sumare. Luasan lahan yang berhasil ditangani diperkirakan mencapai 25 hektare,” ujar tim Satgas dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Operasi darurat ini melibatkan personil gabungan dari berbagai instansi, antara lain TNI, Polri, Dalkarhut, Basarnas, Satpol PP & Damkar Kab. Mamuju, Satpol PP Provinsi Sulbar, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, Tagana Dinsos, hingga Dinas Kesehatan.

Satgas Darurat Bencana ini dipimpin langsung oleh Sekda Kab. Mamuju Suaib selaku Ketua, dengan Kalaksa BPBD Kab. Mamuju Muh Taslim Sukirno bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap).

Pusat komando dan Posko Satgas dipusatkan di Kantor BPBD Kabupaten Mamuju. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan penanganan kekeringan atau karhutla dapat langsung mengontak call center darurat di nomor 0822-9065-2013.

By. Adhie