Nuansainfo.com, Mamuju – Pembangunan Jembatan Sungai Karema di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menunjukkan perkembangan signifikan. Progres fisik proyek infrastruktur penghubung jalur vital Mamuju-Simboro tersebut kini telah menyentuh angka 92 persen.
Meski fisik jembatan sudah rampung dan secara teknis mampu menopang arus kendaraan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 PJN Sulawesi Barat, Edward, menegaskan bahwa jembatan tersebut belum resmi dibuka untuk umum.
Pernyataan ini meluruskan anggapan warga yang sempat melihat aktivitas perlintasan di area jembatan. Edward menjelaskan, pelarangan melintas ini disebabkan oleh adanya proses pengaspalan yang sedang berlangsung. Pembukaan jalur secara prematur dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan memicu kecelakaan lalu lintas.
“Bukan karena kita sudah buka, belum saatnya itu dilewati. Walaupun sebenarnya mau kendaraan berat bagaimanapun saya jamin bisa lewat situ, cuma belum kita buka,” kata Edward saat dikonfirmasi, Rabu, 9 September 2026.
Selain penyelesaian pengaspalan, pihak PJN juga masih harus menjalankan serangkaian tahapan pengujian teknis demi memastikan keamanan struktur jembatan sebelum benar-benar dioperasikan secara penuh.
“Tetap akan diuji beban dulu. Nanti setelah asfal selesai, kita tutup kembali. Nanti koordinasi kembali ke pimpinan apakah dibuka terus atau belum, biasanya sih belum boleh sebelum tes,” ujar Edward menambahkan.
Sesuai dokumen kontrak pengerjaan, target penyelesaian Jembatan Sungai Karema sebenarnya dijadwalkan hingga Desember 2026. Namun, mempertimbangkan tingginya keluhan masyarakat terkait jarak tempuh jalur alternatif yang cukup jauh, pihak PJN menggenjot percepatan pengerjaan.
Kondisi cuaca yang kondusif tanpa kendala hujan dalam beberapa waktu terakhir turut mendongkrak efisiensi pengerjaan di lapangan. Targetnya, seluruh pengerjaan jembatan dapat selesai total pada bulan ini.
Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan di area proyek selama proses perapian, PJN juga melengkapi kawasan jembatan dengan fasilitas penerangan pendukung (uplift).
Dengan percepatan pengerjaan dan uji kelayakan beban yang akan segera dilakukan, akses utama pemulihan jalur ekonomi Mamuju–Simboro ini diharapkan dapat segera beroperasi secara legal dan aman bagi seluruh pengendara.
By. Adhie

Tinggalkan Balasan