Nuansainfo.com, Mamuju – Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Sulawesi Barat menilai kunjungan Menteri Agama Republik Indonesia, AG. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menjadi momentum berharga untuk memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, dan kerukunan di tanah perantauan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Harian BPW KKSS Sulawesi Barat, Dr. Yusran, M.Pd.I., saat membacakan laporan dalam acara “Tausiyah dan Silaturahmi Menteri Agama Republik Indonesia dengan Warga KKSS Provinsi Sulawesi Barat” di Masjid Raya Suada, Mamuju, Senin, 21 September 2026.

“Kehadiran Bapak Menteri Agama menjadi ruang refleksi bersama akan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya serta kehidupan sosial yang beragam,” ujar Yusran di hadapan jemaah dan jajaran Forkopimda Sulawesi Barat.

Yusran menjelaskan, BPW KKSS Sulawesi Barat masa bakti 2025–2030 mengusung visi “Mempererat KKSS Sulbar Sebagai Rumah Bersama Yang Rukun, Berbudaya, dan Berdaya”. Visi ini diwujudkan melalui semangat persatuan warga, pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, serta kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat di Bumi Malaqbi.

Dalam kesempatan tersebut, BPW KKSS Sulbar juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulawesi Barat, Bupati Mamuju, serta jajaran Pengurus DKM Masjid Raya Suada atas dukungan sinergis hingga kegiatan silaturahmi dapat terlaksana.

“Sinergi yang terjalin menjadi bukti nyata semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan warga perantau dalam bingkai persaudaraan untuk bersama-sama membangun Sulawesi Barat yang rukun, berbudaya, dan berdaya,” kata Yusran.

Ia pun berharap pesan-pesan keagamaan yang disampaikan oleh Menteri Agama dapat menjadi penyejuk sekaligus penguat semangat toleransi dan kerukunan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat.

By. Adhie