Mamuju, Nuansainfo.com – Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Barat yang baru dilantik, Asrul Alqausar A, menegaskan komitmen organisasinya dalam mengawal arah pembangunan di Sulawesi Barat. Ia menekankan bahwa PMII siap memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah tanpa sedikit pun menanggalkan daya kritisnya.

Dalam pidato sulungnya usai dilantik, Asrul menggarisbawahi pentingnya transformasi energi organisasi menuju kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh kader PMII se-Sulawesi Barat untuk menghadirkan gerakan yang tidak sekadar vokal, tetapi juga sarat gagasan dan menjunjung tinggi etika.

“Mari kita ubah energi organisasi menjadi energi pengabdian, ubah perbedaan menjadi kekuatan, serta ubah kritik menjadi gagasan. Mari kita buktikan bahwa kader PMII mampu menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan bangsa, khususnya di Sulawesi Barat,” ujar Asrul di hadapan Gubernur dan jajaran stakeholder yang hadir. Mamuju 9/8/2026

Asrul menegaskan, keterbukaan PMII untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan pihak terkait didasari oleh semangat kemajuan daerah. Pihaknya siap membuka ruang dialog dan kolaborasi demi menghadirkan formulasi pembangunan yang inklusif.

Kendati demikian, ia mewanti-wanti bahwa posisi mitra strategis tidak akan membuat PMII tumpul dalam mengawasi kebijakan publik. Fungsi kontrol sosial akan tetap berjalan secara independen, objektif, dan bertanggung jawab.

“Kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran, kami tegaskan PMII Sulbar siap menjadi mitra strategis pembangunan. Namun pada saat yang sama, kami tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis,” tegasnya.

Menurut Asrul, sikap kritis dan kemitraan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Menurutnya, menjadi mitra pemerintah bukan berarti harus kehilangan independensi, dan menjadi pengontrol kebijakan tidak harus selalu bersikap konfrontatif atau berhadap-hadapan.

Sinergi yang sehat antara aktivis mahasiswa dan pemerintah daerah diyakininya dapat melahirkan gagasan-gagasan konstruktif demi kemaslahatan warga.

“Kita bisa berbeda posisi, tetapi memiliki tujuan yang sama: Sulawesi Barat yang lebih maju, lebih adil, dan lebih sejahtera,” pungkas Asrul.

By Adhie