Mamuju, nuansainfo.com – Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar dan Pemuda Sulawesi Barat (IPMAPUS Sulbar), Akbar, menyoroti kondisi pelayanan dan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju yang dinilainya masih jauh dari harapan.

Akbar mengaku geram melihat kondisi rumah sakit daerah tersebut. Menurut dia, status RSUD Mamuju sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) semestinya diikuti dengan peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sangat disayangkan rumah sakit daerah yang sudah berstatus BLUD masih belum mampu memberikan pelayanan dan fasilitas secara maksimal kepada masyarakat,” ucap Akbar. Melalui WhatsApp Mamuju /8/2029

Dia menilai kondisi fasilitas dan pelayanan yang belum optimal berpotensi mempengaruhi kepercayaan masyarakat. Terutama bagi warga dari wilayah pelosok yang membutuhkan RSUD Mamuju sebagai tempat mendapatkan pelayanan kesehatan maupun rujukan.

“Fasilitas masih minim, pelayanan juga kurang maksimal dan tidak ramah. Ini tentu menjadi perhatian serius karena masyarakat membutuhkan rumah sakit daerah yang mampu memberikan pelayanan yang layak dan nyaman,” ujarnya.

Selain fasilitas dan pelayanan, Akbar menyoroti kondisi sejumlah ruangan pasien yang disebutnya dipenuhi nyamuk. Menurut dia, kondisi tersebut semestinya tidak terjadi di ruang perawatan rumah sakit.

Akbar khawatir keberadaan nyamuk di ruang pasien dapat menambah kekhawatiran bagi pasien maupun keluarga yang sedang mendampingi.

“Pasien dan keluarga datang ke rumah sakit tentu berharap mendapatkan perawatan agar cepat sembuh. Tetapi kalau ruangannya dipenuhi nyamuk, mereka justru khawatir terkena penyakit, termasuk DBD,” katanya.

Dia meminta manajemen RSUD Mamuju segera melakukan pembenahan, terutama pada aspek kebersihan, kenyamanan ruang perawatan, fasilitas pendukung, serta kualitas pelayanan kepada pasien.

Akbar juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju melakukan evaluasi terhadap manajemen RSUD Mamuju. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengetahui persoalan yang menyebabkan pelayanan dan fasilitas rumah sakit belum optimal.

“Pemerintah daerah harus melakukan evaluasi terhadap manajemen rumah sakit. RSUD Mamuju harus mampu bersaing dengan rumah sakit swasta yang memiliki fasilitas dan pelayanan yang lebih memadai,” tegasnya.

Menurut Akbar, pembenahan RSUD Mamuju bukan hanya menyangkut kualitas pelayanan kesehatan. Peningkatan fasilitas juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah.

Jika fasilitas dan pelayanan diperbaiki, kata dia, masyarakat akan memiliki alasan lebih kuat untuk menjadikan RSUD Mamuju sebagai pilihan utama dalam memperoleh layanan kesehatan maupun rujukan.

“Kalau pelayanan dan fasilitasnya dibenahi, masyarakat tentu akan lebih percaya. RSUD Mamuju harus menjadi alternatif utama bagi masyarakat di daerah, sekaligus dapat menunjang peningkatan pendapatan daerah,” ujar Akbar.