Mamuju, nuansainfo.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PRI Sulawesi Barat. Ketua DPD PRI Sulawesi Barat, Drs. Naharuddin, M.Si, meninggal dunia pada Selasa (11/8/2026).
Naharuddin dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap perjalanan dan perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. Ia juga tercatat sebagai Ketua Wali Amanah Sulbar.
Kepergian Naharuddin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PRI Sulawesi Barat. Sekretaris DPD PRI Sulbar, Herman Kulawu, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi.

“Ini bukan sekadar kehilangan seorang ketua, tetapi kami kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan, tempat berdiskusi dan tempat kami mendapatkan semangat. Kepergian beliau meninggalkan luka dan kesedihan yang sangat dalam bagi kami semua,” kata Herman Kulawu. Melalui WhatsApp 11/8/2026
Menurut Herman, sosok Naharuddin akan selalu dikenang atas dedikasi, pemikiran dan perjuangannya untuk Sulawesi Barat.
“Banyak kenangan, nasihat dan perjuangan beliau yang akan selalu kami ingat. Rasanya begitu cepat beliau pergi meninggalkan kami. Namun, kami percaya bahwa setiap manusia memiliki waktunya masing-masing untuk kembali kepada Sang Pencipta,” ujarnya dengan nada haru.
Herman bersama keluarga besar PRI Sulawesi Barat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT.
“Kami keluarga besar PRI Sulawesi Barat sangat kehilangan. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Herman.
Berdasarkan informasi dalam ucapan duka, Naharuddin wafat pada Selasa, 11 Agustus 2026, dan akan dimakamkan pada Rabu, 12 Agustus 2026.
“Selamat jalan, Pak Naharuddin. Terima kasih atas segala pengabdian dan perjuangan. Nama dan kebaikan beliau akan tetap hidup dalam ingatan kami,” tutur Herman.

Tinggalkan Balasan