Mamuju, nuansainfo.com — Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai kawasan Tadui, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., hadir secara langsung dalam penandatanganan prasasti sekaligus peresmian Pondok Pesantren Raudhatuthalibin As’adiyah Cabang Mamuju di Tadui.
Menteri Agama didampingi langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, M.M., serta Pimpinan Ponpes Raudhatuthalibin As’adiyah Tadui, K.H. Zainal Abidin, Lc., beserta jajaran. Turut hadir sejumlah pejabat dan tamu undangan penting, di antaranya Bupati Mamuju Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, S.H., M.Si., Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulbar Dr. H. Adnan Nota, S.Ag., M.Ag., perwakilan Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, serta H. Hajrul Malik, S.Ag.

Berdasarkan susunan acara resmi, kegiatan diawali dengan prosesi penyambutan yang hangat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sejumlah agenda penting:
- Penyerahan SK Pendirian Pesantren As’adiyah Cabang Tadui oleh Menteri Agama.
- Penyerahan SK Pendirian SMK Pertanian oleh Gubernur / Wakil Direktur.
- Penyerahan SK Pengurus Pondok Pesantren Raudhatuthalibin As’adiyah Cabang Tadui.
- Sesi foto bersama.
- Penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama dan Gubernur.
- Peletakan batu pertama Pembangunan Ponpes Raudhatuthalibin As’adiyah
Pembangunan Pondok Pesantren Raudhatuthalibin As’adiyah diproyeksikan menjadi pondok pesantren percontohan di Sulawesi Barat. Kehadirannya diharapkan mampu memicu akselerasi kemajuan daerah serta menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat sekitar.

Prosesi peletakan batu pertama dipimpin oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam/Pondok Pesantren, Dr. Basnan. Momen ini terasa emosional dan penuh nostalgia bagi Dr. Basnan, mengingat beliau pernah mengawali rekam jejak karirnya selama tiga tahun sebagai Kepala Madrasah di tempat tersebut. Sebagai bentuk dukungan awal, Dirjen Kemenag menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk mendukung dimulainya pembangunan pesantren.
Seusai rangkaian acara, Menag Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan pesan kemanusiaan yang mendalam tentang makna kehadiran pesantren di tengah masyarakat. Beliau mengulas filosofi kata “Maupe” (ma-u-pe) dalam tradisi As’adiyah, yang mengandung arti beruntung atau mujur. Menag berharap keberadaan Ponpes As’adiyah di Tadui menjadi simbol takdir baik yang mendatangkan keberkahan, keselamatan, dan rezeki tak terduga bagi warga Sulawesi Barat.

“Pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan rumah kasih sayang yang merawat jiwa, menebarkan kedamaian, dan merangkul sesama. Kehadiran As’adiyah di Tadui harus menjadi sumber keberkahan (maupe) yang membawa keselamatan, kedamaian, serta kebaikan tak terduga bagi seluruh masyarakat,” tutur Menag.
Di tengah suasana sukacita, Menteri Agama juga mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta dan mendoakan almarhum Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, yang telah berpulang ke Rahmatullah. Dengan rasa empati yang mendalam, Menag mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan menyambut kita semua di pintu surga.
Melalui sinergi yang kuat antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, pimpinan pesantren, dan masyarakat, keberadaan Pondok Pesantren As’adiyah dan Asad Yamabuji di Tadui optimistis menjadi pilar utama pencerahan moral serta pendidikan di Sulawesi Barat.
By. Adhie

Tinggalkan Balasan