Mamuju, nuansainfo.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem, Kekeringan, serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat dampak fenomena El Nino. Penetapan status ini dituangkan resmi melalui Surat Keputusan Bupati Mamuju Nomor 317 Tahun 2026.
Menindaklanjuti keputusan tersebut, Bupati Mamuju Dr. Hj. Sutinah Suhardi, SH., M.Si., memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, pada Rabu pagi, 2 September 2026.
Dalam amanatnya, Sutinah menegaskan pentingnya langkah proaktif dan responsif dari seluruh elemen pemerintah daerah serta instansi vertikal untuk meminimalisasi risiko bencana sebelum dampaknya meluas.
“Kesiapsiagaan adalah tentang bergerak sebelum terlambat. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergejolak, tidak boleh menunggu sumber air mengering baru mencari solusi, dan jangan menunggu masyarakat terdampak baru kita hadir,” kata Sutinah di hadapan ratusan jajaran Forkopimda, personel TNI, Polri, serta lintas instansi pendukung.
Sutinah mengingatkan bahwa urusan penanggulangan bencana bukan semata tugas pemerintah atau BPBD, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur, mulai dari TNI-Polri, tenaga kesehatan, jajaran kecamatan hingga desa, dunia usaha, media, hingga masyarakat luas.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa cepat kita datang ketika bencana terjadi, melainkan seberapa banyak bencana yang berhasil kita cegah dan seberapa baik kita memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Mamuju mendirikan Posko Darurat Bencana yang dipusatkan di Kantor BPBD Kabupaten Mamuju. Posko ini disiagakan hingga 7 September 2026 mendatang untuk mengoordinasikan langkah mitigasi, pemantauan titik rawan karhutla dan kekeringan, hingga distribusi bantuan darurat.
Selain kesiapan personel dan peralatan, Pemkab Mamuju juga mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian lingkungan, seperti menghentikan kebiasaan membakar lahan secara sembarangan, menjaga kelestarian hutan, serta menghemat penggunaan air bersih selama periode cuaca ekstrem.
By Adhie

Tinggalkan Balasan