Nuansainfo – Mamuju Tengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengambil langkah tegas untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Sebanyak 116 Sekolah Dasar (SD) di Mamuju Tengah dikumpulkan dalam agenda penguatan Sekolah Ramah Anak yang digelar di Aula Hotel Fadhila Topoyo, Senin (14/9/2026).

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas para kepala sekolah dan guru agar lebih memahami pedoman Sekolah Ramah Anak demi memenuhi hak-hak peserta didik.

Kepala Disdikbud Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuding, menegaskan pihaknya siap menggebrak budaya sekolah menjadi lebih kondusif dengan target utama mewujudkan sekolah bebas perundungan.

“Budaya itu harus diterapkan. Target kami di 2027 membuat sebuah inovasi di sekolah, insya Allah ada zero bullying,” kata Marhuding saat ditemui di Topoyo, Senin (14/9/2026).

Marhuding menjelaskan, program zero bullying ini menjadi prioritas utama pelayanan pendidikan di Mamuju Tengah. Sebelumnya, pada satuan pendidikan luar sekolah seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pihaknya telah sukses menerapkan program Zero Anak Tidak Sekolah (ATS) hasil kolaborasi dengan pemerintah desa.

Kini, melalui dorongan Sekolah Ramah Anak, Disdikbud Mateng berfokus memastikan anak-anak merasa aman, bebas dari perundungan, serta terlindungi selama mengenyam pendidikan.

“Siswa aman dan nyaman, serta peningkatan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Guna mewujudkan target tersebut, Bidang SD Disdikbud Mateng bersama tim khusus tengah menyusun pedoman resmi Sekolah Ramah Anak. Panduan ini nantinya akan menjadi standar wajib yang diimplementasikan di seluruh sekolah se-Kabupaten Mamuju Tengah mulai tahun depan.

By. Wahid