Mamuju, nuansainfo.com — Front Marhaenis Sulawesi Barat menggelar gerakan penggalangan petisi sebagai bentuk penolakan terhadap rencana eksploitasi uranium dan logam tanah jarang (Rare Earth Elements/LTJ) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Front Marhaenis merupakan aliansi Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Sulawesi Barat, GPM Cabang Mamuju, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju, serta Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Cabang Mamuju.

Penggalangan petisi tersebut melibatkan masyarakat, mahasiswa, pemuda hingga pelajar. Mereka menilai rencana eksploitasi mineral tersebut berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan sosial dalam jangka panjang.

Ketua DPD GPM Sulbar Adam Jauri mengatakan penolakan dilakukan karena uranium dan logam tanah jarang dinilai memiliki risiko tinggi apabila dieksploitasi tanpa kajian, pengawasan, serta perlindungan lingkungan yang ketat.

“Proses eksploitasi dan pengolahannya berpotensi memicu kerusakan lingkungan, pencemaran sumber air bersih, serta paparan radiasi yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat,” kata Adam. Melalui WhatsApp 14/8

Dia juga menyoroti keberadaan PT Perminas dalam rencana penambangan tersebut. Menurut dia, masyarakat membutuhkan keterbukaan informasi serta ruang partisipasi yang bermakna sebelum rencana eksploitasi dilanjutkan.

Front Marhaenis menilai masyarakat adat, petani, nelayan, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya yang berpotensi terdampak harus dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Sementara itu, Ketua GMNI Cabang Mamuju Dicky Wahyudi menyoroti kondisi geografis Mamuju yang menurutnya memiliki kerentanan terhadap bencana alam, termasuk gempa bumi dan longsor.

“Aktivitas pertambangan ini dikhawatirkan memperparah degradasi lingkungan dan meningkatkan kerentanan bencana bagi masyarakat sekitar,” ujar Dicky.

Front Marhaenis Sulbar menegaskan pembangunan daerah seharusnya diarahkan pada sektor yang berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Mereka mendorong pemerintah lebih memprioritaskan pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata ketimbang mengandalkan aktivitas ekstraktif yang dinilai memiliki risiko terhadap lingkungan.

Melalui petisi tersebut, Front Marhaenis berharap suara masyarakat Mamuju menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Barat.

By Adhie