Mamuju, nuansainfo.com – Proses seleksi tiga besar calon Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendadak disorot tajam. Rekomendasi nama yang dikirim Kanwil Kemenag Sulbar ke pusat diduga kental dengan unsur nepotisme dan konflik kepentingan.

Fakta & Isu Krusial: Salah satu nama calon yang masuk tiga besar diduga punya hubungan kekerabatan dengan pimpinan Kanwil Kemenag Sulbar. Tak hanya itu, ada pula kandidat yang diterpa isu rekam jejak pelanggaran etik.

Tuntut Evaluasi Total: Aktivis Sulbar, Riskul, mendesak Kemenag RI untuk langsung mengevaluasi dan meninjau ulang nama-nama yang diusulkan agar jabatan strategis tidak diisi orang yang bermasalah.

Sebut Aturan Meritokrasi: Pengisian jabatan ASN ditegaskan wajib mengacu pada UU No. 20/2023 tentang Sistem Merit (kompetensi & integritas) serta UU No. 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan terkait larangan penyalahgunaan wewenang.

Riskul menegaskan bahwa Kemenag RI harus menjaga marwah lembaga dan membuang jauh-jauh praktik “orang dalam”.

“Jabatan Kakankemenag harus diisi orang yang bersih dan kompeten. Jika ada unsur kedekatan keluarga atau konflik kepentingan, Kemenag RI wajib memeriksa ulang proses rekomendasi tersebut,” tegas Riskul.

Penulis: Adhie