Nuansainfo.com, Mamasa – Pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat regional menyampaikan permohonan maaf mendalam atas insiden dugaan keracunan massal yang menimpa belasan siswa SMPN 1 Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Pihaknya menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis terbaik.
Koordinator Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI/Kareg Sulbar), Firazh Ahmadillah Ma’ga, menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa para penerima manfaat di SPPG Tabulahan tersebut.
“Kami mohon maaf atas kejadian yang terjadi pada penerima manfaat SPPG Mamasa Tabulahan Tabulahan. Prioritas utama kami saat ini adalah perawatan bagi para korban yang terdampak,” kata Firazh Ahmadillah Ma’ga saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).
Terkait dengan operasional dapur penyedia makanan, Firazh menjelaskan bahwa pihak regional saat ini sedang menunggu surat keputusan penangguhan resmi (suspend) untuk SPPG Tabulahan.
“Saat ini kami menunggu surat suspend pada SPPG tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, sebanyak 12 siswa SMPN 1 Tabulahan dilarikan ke Puskesmas (PKM) Tabulahan usai mengonsumsi sajian MBG berupa olahan daging yang diduga basi. Bahkan, salah satu siswa yang kondisinya membutuhkan penanganan khusus direncanakan bakal dirujuk ke rumah sakit di Mamuju.
Atas insiden tersebut, berbagai pihak mulai dari aktivis pemuda hingga elemen masyarakat mendesak agar penanganan medis korban ditanggung penuh, operasional dapur dihentikan sementara, serta proses pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan segera dituntaskan oleh pihak berwenang.
By Adhie

Tinggalkan Balasan