Nuansainfo.com – Mamuju – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat menyuarakan kekecewaan keras terhadap lambannya penanganan kasus dugaan penyelundupan pupuk bersubsidi di Kabupaten Mamasa. Hingga dua minggu pasca-kejadian terbaliknya mobil pengangkut pupuk tersebut, belum ada tindakan hukum yang diambil oleh aparat penegak hukum setempat.
Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Sulbar, Akbar, menilai sikap pasif aparat menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat.
“Sudah dua minggu sejak kejadian mobil terbalik yang diduga kuat mengangkut pupuk bersubsidi rute Mamasa–Mateng, namun sampai detik ini tidak ada kejelasan maupun tindakan tegas dari APH. Kasus ini terkesan dibiarkan begitu saja tanpa proses hukum yang jelas,” kata Akbar dalam keterangan tertulisnya. 23/9/2026
Menurut Akbar, dugaan praktik penyelundupan pupuk bersubsidi merupakan bentuk kejahatan yang memukul langsung nasib para petani di Sulawesi Barat. Alokasi pupuk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil dinilai kerap mengalami kelangkaan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Melihat mandeknya penanganan di tingkat lokal, PKC PMII Sulbar menilai Kepolisian Resor Mamasa tidak profesional dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Organisasi mahasiswa ini secara tegas mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Barat untuk mengambil alih pengusutan perkara tersebut.
“Polres Mamasa tak becus menangani persoalan ini. Oleh karena itu, kami mendesak dan meminta Polda Sulbar untuk wajib dan segera turun tangan mengambil alih penanganan kasus ini demi kepastian hukum serta menindak tegas seluruh pihak yang terlibat,” ujar Akbar.