Mamuju, Nuansainfo.com – PT Perminas memastikan kegiatan eksplorasi tambang di kawasan Boteng akan terus berjalan sesuai dengan rencana awal hingga 2027. Hal tersebut disampaikan oleh Director of Technology and Business Development Perminas, La Ode Tafrin Jaya, usai menghadiri dialog yang dilaksanakan di Aula STAI Al-Azhary Mamuju, Sabtu, 5 September 2026.

La Ode menyebutkan, pihak perusahaan datang memenuhi undangan guna menjelaskan dinamika dan kondisi terkini proyek tersebut secara transparan serta dalam semangat persaudaraan di hadapan mahasiswa, akademisi, dan aliansi pemuda setempat. Ia menekankan bahwa kegiatan yang saat ini tengah bergulir masih berada dalam tahap eksplorasi, bukan eksploitasi.

“Kami berusaha untuk sesuai dengan tahap eksplorasi dulu supaya dilakukan pelan-pelan. Khawatirnya kalau langsung menjelaskan eksploitasi, ada hal yang kurang pas,” ujar La Ode.

Terkait desakan dari kelompok pemuda dan mahasiswa agar perusahaan menandatangani berita acara penolakan kegiatan, La Ode menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa memenuhinya. Menurut dia, agenda utama kedatangan pihak perusahaan dalam forum di Kampus STAI Al-Azhary tersebut adalah untuk menyampaikan orasi ilmiah serta membuka ruang dialog.

“Secara substansi berita acara tersebut berisi penolakan. Sementara kami mencari ruang untuk berdiskusi dan mencari titik temu. Namun, seluruh masukan, kritik, dan saran dari mahasiswa, dosen, serta masyarakat sudah kami catat dan akan kami tindak lanjuti semaksimal mungkin,” tuturnya.

Pada tahap pertama kegiatan eksplorasi ini, Perminas menargetkan titik pengeboran di Boteng mencapai lebih dari 30 titik, dari total keseluruhan target yang telah direncanakan hingga 2027. La Ode menegaskan keberlanjutan proyek tersebut akan sangat bergantung pada hasil evaluasi tahap eksplorasi.

“Kalau sesudah eksplorasi ada hasilnya dan bernilai positif secara potensi ekonomi, tentu akan kita lanjutkan. Namun jika tidak, ya kita evaluasi,” kata La Ode.

Selain itu, pihak Perminas berjanji akan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan operasional di lapangan, seperti pekerjaan hand auger dan teknis pendukung lainnya.

“Kami berharap sebanyak mungkin tenaga lokal yang dilibatkan karena ini milik kita bersama. Kami utamakan masyarakat lokal untuk bekerja,” pungkasnya.

By.Adhie