MAMUJU, NUANSAINFO.COM – Aliansi Pemerhati Sulawesi Barat menyatakan akan terus mengawal proses pembangunan yang dilaksanakan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), khususnya pada program revitalisasi sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dirman selaku perwakilan Aliansi Pemerhati Sulawesi Barat. Menurutnya, pengawasan dari berbagai elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan ketentuan, aturan, dan mekanisme yang berlaku.

“Kami dari Aliansi Pemerhati Sulawesi Barat akan terus mengawal proses pembangunan P2SP agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya. Pengawasan ini penting agar program revitalisasi benar-benar berjalan sesuai dengan ketentuan,” ujar Dirman.

Dirman menegaskan, pengawalan tersebut bukan bertujuan untuk menghambat proses pembangunan. Sebaliknya, pihaknya ingin memastikan program revitalisasi yang diperuntukkan bagi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dapat terlaksana secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi peserta didik serta masyarakat.

Menurutnya, program revitalisasi sekolah merupakan program penting yang harus dijaga bersama. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan tetap mengedepankan keterbukaan dan menjalankan setiap tahapan pembangunan sesuai aturan.

“Kalau memang semuanya dikerjakan sesuai ketentuan, tentu tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Justru pengawasan dari masyarakat harus dijadikan sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjaga agar pembangunan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain melakukan pengawalan di lapangan, Dirman mengatakan Aliansi Pemerhati Sulawesi Barat juga akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Mamuju. Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk mendapatkan masukan terkait pengawasan serta memastikan program pembangunan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

“Kami juga akan membangun komunikasi dengan Kejari Mamuju dalam konteks pengawasan agar program pembangunan ini benar-benar berjalan sesuai dengan ketentuan. Semua pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga program ini,” katanya.

Dirman berharap pihak P2SP, kepala sekolah, dan seluruh unsur yang terlibat dapat terus membangun komunikasi yang baik dan terbuka. Menurutnya, koordinasi yang kuat akan meminimalkan terjadinya persoalan maupun kesalahan selama proses pembangunan berlangsung.

Aliansi Pemerhati Sulawesi Barat, kata Dirman, akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif dan bertanggung jawab. Jika dalam proses pengawasan ditemukan persoalan yang perlu mendapat perhatian, pihaknya akan menyampaikan hal tersebut melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

“Kami ingin pembangunan ini sukses dan benar-benar memberikan manfaat untuk dunia pendidikan. Karena itu, mari bersama-sama menjaga prosesnya agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan,” pungkas Dirman.

By. Adhie