Mamuju, nuansainfo.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mamuju kembali menggelar aksi di depan Kantor Bupati Mamuju. Unjuk rasa berjilid-jilid ini dilakukan sebagai bentuk protes atas buruknya pengelolaan sampah yang kian menumpuk di area permukiman warga dan mengancam kesehatan masyarakat, Mamuju pada Selasa, 28 Juli 2026.
Namun, demonstrasi tersebut tak membuahkan hasil. Massa aksi justru diadang barikade Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian dengan alasan Bupati Mamuju tidak berada di kantor. Surat permohonan audiensi yang dilayangkan pada aksi sebelumnya pun tak kunjung direspons.
Ketua Cabang PMII Mamuju, Muhlis, menyayangkan sikap pemerintah daerah yang terkesan menutup mata terhadap persoalan krusial ini. Menurutnya, masalah sampah bukan sekadar kebersihan kota, melainkan menyangkut hak dan kebutuhan dasar warga.
“Persoalan sampah ini berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Kami menilai Bupati dan Wakil Bupati Mamuju tidak serius menangani masalah ini,” tegas Muhlis.
Sebelumnya, PMII Mamuju juga telah menggelar aksi di Kantor DPRD Kabupaten Mamuju pada 14 Juli 2026—bertepatan dengan Hari Jadi Mamuju ke-486. Saat itu, mereka mendesak digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengevaluasi kinerja dinas terkait, tetapi hingga kini belum ada kejelasan.
Dalam aksi terbaru ini, Muhlis bersama PMII Mamuju melayangkan empat tuntutan utama:
- Pembenahan Sistem: Mendesak Pemkab Mamuju merombak total sistem pengelolaan sampah melalui perbaikan sarana-prasarana serta kebijakan berkelanjutan.
- Transparansi Retribusi: Menuntut keterbukaan alokasi anggaran dari retribusi sampah agar seluruhnya dikembalikan untuk pengelolaan sampah.
- Pemerataan Pelayanan: Mendesak pengangkutan sampah dilakukan secara merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Mamuju.
- Pembersihan Titik Krusial: Mendesak penanganan darurat pada tumpukan sampah di sejumlah lokasi, antara lain:
- Sekitar KUA Mamuju
- Pasar Lama
- Belakang BTN Passokkorang
- Jalan Tamasapi
- Jalan Poros Mamuju–Topo, dan beberapa titik pemukiman lainnya.
By Adhie

Tinggalkan Balasan