Mamuju, nuansainfo.com – Di tengah deburan ombak Selat Makassar, asa baru sedang dirajut dari pesisir Bumi Manakarra. Pemerintah Kabupaten Mamuju meluncurkan sebuah gerakan tak biasa yang dikemas dalam Festival Nekatan Mamuju Keren. Acara ini bukan sekadar panggung seremonial, melainkan sebuah manifesto politik pangan lokal untuk menyulap sektor kelautan menjadi motor utama ekonomi daerah.
Di balik kemeriahan festival yang memamerkan deretan produk olahan inovatif hingga teknologi budidaya mutakhir tersebut, ada satu profesi yang menjadi sorotan utama: penyuluh perikanan. Mereka adalah para perintis di garis depan yang saban hari menembus batas pesisir demi mengubah pola pikir tradisional menjadi lebih modern.

Bupati Mamuju secara terbuka melayangkan pujian dan apresiasi tertingginya bagi para penyuluh yang bernaung di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju. Bagi orang nomor satu di Mamuju tersebut, mereka adalah mesin penggerak senyap yang menentukan nasib kesejahteraan nelayan.
“Festival Nekatan Mamuju Keren ini bukan sekadar perayaan, melainkan bukti nyata sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan masyarakat perikanan kita,” ujar Bupati Mamuju.

Lanjut “Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para penyuluh perikanan DKP Mamuju. Merekalah ujung tombak kita yang tanpa lelah mengedukasi, mendampingi, dan menularkan inovasi teknologi kepada para nelayan dan pembudidaya.”
Tantangan di sektor perikanan tidak pernah sederhana. Mulai dari fluktuasi harga, rantai pasok yang panjang dan kerap merugikan nelayan, hingga isu keberlanjutan lingkungan. Di sinilah peran krusial penyuluh diuji—menjadi jembatan agar kebijakan tak sekadar berakhir sebagai dokumen di atas meja birokrat, melainkan berdampak langsung di dompet masyarakat pesisir.
Mendapat angin segar dari apresiasi sang bupati, Koordinator Penyuluh Perikanan DKP Mamuju menegaskan bahwa pujian tersebut menjadi bahan bakar baru untuk menghadapi tantangan lapangan yang kian kompleks. Langkah strategis pun langsung dicanangkan.
“Apresiasi dari Ibu Bupati menjadi energi baru dan motivasi yang sangat besar bagi kami. Fokus kami ke depan adalah mendorong digitalisasi rantai pasok perikanan,” katanya tegas.
Ia menambahkan, target jangka pendek mereka adalah memastikan para nelayan dan pembudidaya lokal mampu “naik kelas”. Caranya dengan adopsi teknologi penangkapan serta penerapan metode budidaya yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan (sustainable).
Lewat kesuksesan Festival Nekatan ini, DKP Kabupaten Mamuju mengirimkan pesan klir ke ruang publik: mereka siap mengawal kedaulatan pangan sektor bahari dan membawa komoditas perikanan Mamuju bertaji di kancah nasional.
By. Adhie.

Tinggalkan Balasan