Mamuju, nuansainfo.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda wilayah Desa Buanasakti, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya 20 hektare kebun sawit warga dan terus mengancam puluhan hektare lahan di sekitarnya. Tim gabungan sudah all out melakukan penanganan, bahkan teman-teman Manggala Agni dari Palu didatangkan untuk membantu pemadaman di lokasi.
Kejadian bermula pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 10.20 WITA. Api yang muncul secara tiba-tiba di kawasan gambut Lorong TSM, Dusun Wonosari dan Dusun Rama, dengan cepat membesar dan menyebar luas ke beberapa titik.

“Berdasarkan laporan warga, belum diketahui pasti dari mana sumber apinya. Api tiba-tiba membesar dan menyebar di lahan gambut kebun sawit warga,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mamuju, Muh Taslim Sukirno, dalam keterangannya, melalui WhatsApp Kamis (8/10/2026).
Taslim menjelaskan bahwa kobaran api telah melahap lahan gambut kebun sawit warga hingga seluas kurang lebih 20 hektare. Selain itu, potensi kebakaran masih terus mengancam area yang lebih luas jika tidak segera diatasi.
“Lahan yang terdampak sekitar 20 hektare. Namun ada potensi ancaman menyebar hingga kurang lebih 50 hektare kebun sawit dan 5 hektare hutan di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada fasilitas umum dalam insiden karhutla ini.
Untuk memadamkan kobaran api yang terus meluas, tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan secara masif. BPBD Mamuju bersama instansi terkait telah berada di lokasi selama empat hari berturut-turut untuk melakukan penanganan secara intensif.
“Kami sudah 4 hari melakukan penanganan di lapangan. Kami sudah all out melakukan penanganan, bahkan teman-teman Manggala Agni dari Palu didatangkan untuk membantu pemadaman di lokasi,” tegas Taslim.
Personel penanganan di lapangan terdiri dari gabungan berbagai unsur, antara lain:
- 13 personel Dalkarhut / Manggala Agni (termasuk tim bantuan dari Palu)
- 11 personel Damkar
- 10 personel BPBD Kabupaten Mamuju
- 5 personel BPBD Provinsi Sulbar
- 4 personel Balai Cipta Karya
- 10 orang warga masyarakat setempat
- Unsur TNI/Polri, Tagana, PMI, serta Satpol PP Damkar Prov Sulbar
Selain mengerahkan puluhan personel, petugas mengoperasikan berbagai armada dan peralatan pemadam kebakaran. Armada yang dikerahkan meliputi 1 unit mobil Damkar, 1 unit Ford Ranger, 1 unit Hilux, 1 unit truk serbaguna, 2 unit mobil tangki dari Balai Cipta Karya, serta 2 unit mobil tangki milik PT MUL.
Peralatan pendukung seperti mesin pompa Alkon Mark Tree 2, Alkon Mini Strike, light tower, hingga drone pendeteksi sebaran api milik Dalkarhut turut disiagakan di titik lokasi penanganan.
Meski demikian, pihak BPBD mencatat masih memerlukan tambahan alat berat (eksavator) serta armada pemadam untuk mengisolasi titik api di area gambut.
Rapat koordinasi penanganan satgas bencana juga telah digelar bersama Camat, Kepala Desa, Kalaksa BPBD Provinsi, Manggala Agni, dan Damkar guna memperkuat strategi pemadaman serta pencegahan agar api tidak meluas ke pemukiman atau area hutan sekitar.
By Adhie

Tinggalkan Balasan