Mamuju nuansainfo.com — Puluhan warga Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menggelar aksi unjuk rasa menolak aktivitas eksplorasi logam tanah jarang (LTJ) yang dikaitkan dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Aksi digelar sekitar pukul 15.00 WITA, Rabu (30/9/2026).

Massa yang tergabung dalam Lingkar Aksi Warga Tapalang (LAWAN) menilai aktivitas eksplorasi tersebut mengancam ruang hidup masyarakat, khususnya sektor pertanian, perkebunan, dan sumber air bersih.

Koordinator Lapangan (Korlap) LAWAN, Ardi, menegaskan penolakan warga didasari kekhawatiran atas keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada hasil bumi.

“Kami tidak ingin ruang hidup masyarakat Takandeang dikorbankan atas nama investasi dan kepentingan industri. Tanah, kebun, dan sumber air adalah kehidupan masyarakat,” tegas Ardi.

Warga khawatir kegiatan penambangan mineral kritis ini berpotensi menimbulkan dampak lingkungan berkepanjangan. LAWAN menilai pengambilan sampel mineral merupakan pintu masuk pertambangan skala besar di wilayah mereka.

Selain itu, massa mengungkit aktivitas pengeboran (drilling) pada 2024 lalu yang dinilai merusak tanaman produktif seperti cengkeh dan durian milik warga. Meski demikian, klaim kerusakan tersebut masih memerlukan verifikasi teknis dan pemeriksaan lapangan secara independen.

Dalam aksinya, LAWAN melayangkan lima tuntutan utama kepada pemerintah:

* Desakan pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi LTJ PT Perminas.

* Penghentian seluruh aktivitas eksplorasi dan penerobosan lahan warga.

* Perlindungan terhadap tanah, kebun, sumber air, dan ruang hidup masyarakat.

* Jaminan penghentian intimidasi dan kriminalisasi terhadap warga yang menolak tambang.

* Imbauan kepada pemerintah desa, kabupaten, hingga provinsi agar berpihak pada keselamatan warga ketimbang kepentingan industri ekstraktif.

Aksi ini mempertegas sikap masyarakat Takandeang yang meminta pemerintah mempertimbangkan daya dukung lingkungan serta keselamatan warga ketimbang berfokus pada potensi nilai investasi semata.

By Adhie