Mamasa, nuansainfo.com— Insiden dugaan keracunan setelah konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kerja Puskesmas Tabulahan menjadi perhatian serius INPAZI.
Berdasarkan informasi penanganan medis, terdapat 14 siswa SMPN 1 Tabulahan dari kelas 7, 8 dan 9 yang mendapatkan penanganan setelah diduga mengalami gangguan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 7 siswa dirawat dan mendapatkan infus, 1 siswa menjalani observasi, sementara 6 siswa diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan.
INPAZI menilai kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Program MBG menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah sehingga setiap kejadian yang diduga berkaitan dengan makanan yang dibagikan harus ditelusuri secara serius dan transparan.
“Kami meminta kejadian ini segera ditangani secara menyeluruh. Bukan hanya memastikan kondisi para siswa, tetapi juga menelusuri proses pengadaan, pengolahan, pengemasan, distribusi hingga makanan tersebut dikonsumsi oleh siswa,” tegas INPAZI.
INPAZI juga mendesak Koordinator Regional (Kareg) Sulawesi Barat untuk segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan SPPG Tabulahan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan SOP penyelenggaraan MBG, maka Kepala SPPG harus dicopot dari jabatannya sesuai ketentuan yang berlaku.
INPAZI meminta agar pemeriksaan tidak berhenti pada kondisi para siswa, tetapi juga mencakup sampel makanan, bahan baku, proses produksi, kebersihan dapur, distribusi, waktu pengantaran, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam setiap tahapan penyelenggaraan MBG.
“Kami tidak ingin mencari kambing hitam. Tetapi ketika menyangkut keselamatan anak-anak, harus ada pertanggungjawaban yang jelas. Jika terbukti terjadi kelalaian, maka harus ada tindakan tegas,” ujar INPAZI.
INPAZI juga meminta instansi terkait memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan memperoleh pelayanan kesehatan dan pemantauan sampai benar-benar dinyatakan dalam kondisi baik.
INPAZI menegaskan: keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Evaluasi dan pemeriksaan harus dilakukan secara terbuka, objektif, dan berdasarkan fakta medis serta hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
By. Adhie

Tinggalkan Balasan