Nuansainfo.com, Yogyakarta — Ratusan alumni Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) lintas angkatan kembali memadati Kampus Biru, Bulaksumur, Yogyakarta, Sabtu, 26 September 2026. Mengusung tajuk Hajatan Depolpe 2026, perhelatan reuni ini dikemas tak biasa: memadukan nostalgia masa kuliah, forum berbagi lintas profesi, hingga layanan publik administrasi kependudukan di area kampus.

Ketua Panitia Hajatan Depolpe 2026, Sri Nuryanti, menyebut ajang ini sebagai ruang “zona nyaman kangen-kangenan” yang mempertemukan kembali para alumnus dengan tempat awal mula perjalanan mereka.

“Kalau Yogyakarta terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan, maka Kampus Fisipol terbuat dari cinta lama yang belum kelar,” ujar Sri, yang kini menjabat Director of the Regional Research and Innovation Policy di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Sabtu pagi melalui agenda Jalan-Jalan Sospol (JJS). Para alumni menyusuri rute nostalgia mulai dari gedung Fisipol, kawasan Wisdom Park, Masjid Kampus UGM, Graha Sabha Pramana, hingga berfoto di pilar Balairung. “Anggap saja ini sekuel Cintaku di Kampus Biru,” kata Sri berseloroh.

Nostalgia fisik tersebut disusul dengan forum diskusi bertajuk Ngobral (Ngobrol Bareng Alumni) pada pukul 10.00–11.30 WIB. Diskusi dipecah ke dalam lima ruangan berdasarkan ranah profesi alumni:

  1. Ruang Modal: Mengulas dunia bisnis, konsultasi, dan kebijakan publik bersama Anung Anindita (Mercer Indonesia), Yenny R. Mallany (HM Sampoerna), Dimas Ramadhani (Amazon Web Services), dan dosen UGM M. Djindan.
  2. Ruang Sistem: Membahas seluk-beluk pemerintahan dan keamanan, menghadirkan Kepala Barenbang Kemenaker Prof. Anwar Sanusi, Tenaga Ahli BIN Mayjen TNI (Purn) Rachmad PS, mantan anggota Bawaslu RI Bambang Eka Cahya, serta akademisi A. Sudiana Sasmita.
  3. Ruang Gerak: Berfokus pada masyarakat sipil dan demokrasi, menampilkan Pengasuh Pesantren Darul’Ulum Jombang M. Zu’em Widjaja As’ad, Staf Pribadi Mahfud MD Y.A. Ajar Budi Kuncoro, Direktur Eksekutif Perludem Heroik M. Pratama, dan dosen UGM Nur Azizah.
  4. Ruang Kuasa: Menghimpun politikus dan pejabat publik seperti anggota DPR RI Zulfikar Arse Sadikin dan Hindun Anisah, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, serta pengamat politik Arya Budi.
  5. Ruang Suara: Menghadirkan praktisi media massa, antara lain Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto, Co-Founder Narasi Dahlia Citra, Executive Editor Bloomberg Technoz Houtmand Saragih, serta dosen UGM Indah Surya Wardhani.

Sambil Reuni, Buat KTP Baru

Salah satu terobosan unik dalam hajatan tahun ini adalah hadirnya Gerai Layanan Dukcapil di lingkungan Fisipol UGM. Gerai ini memfasilitasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), perekaman KTP-el baru, ganti foto KTP, perubahan Kartu Keluarga (KK), hingga cetak Kartu Identitas Anak (KIA).

Ketua Alumni Depolpe yang juga Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menjelaskan bahwa gerai ini tak hanya diperuntukkan bagi alumni, tetapi juga terbuka bagi sivitas akademika UGM dan warga sekitar.

“Kami mengajak dosen, karyawan, maupun masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan untuk memanfaatkan gerai ini,” tutur Teguh.

Usai berdiskusi dan mengurus dokumen kependudukan, para peserta menikmati hidangan kuliner legendaris khas Yogyakarta yang diiringi panggung musik hiburan hingga sore hari.

Acara ini terselenggara berkat dukungan sejumlah BUMN dan perusahaan swasta, di antaranya Pertamina, BRI, Telkom Indonesia, Bank Mandiri, Indosat, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, DANA, hingga Privy.

By. Adhie